Bab 34 [Kesurupan?]

2256 Kata

Seusai mengajar Ningsih langsung menuju rumah Pak Li. Ia menatap bingung rumah kos yang ada dihadapannya itu. Kenapa sepi, begitu pikirnya. Bukankah seharusnya ramai karena orang berdatangan lagi takziah? Tetapi ini, pintu rumah Pak Li tertutup, tak ada orang di luar rumah juga tak ada bendera kuning. Pagi tadi ramai sekali walau belum ada bendera kuning. Ningsih memutuskan ke rumah Bu Siti bertanya mengenai hal ini. Ia nengetuk pintu rumah Bu Siti pelan. "Bu Siti," panggil Ningsih dengan tangannya yang masih menutup pintu. "Ningsih, ada apa?" tanya Pak Li dari depan rumah Bu Siti. Pak Li sendirian. Ia menoleh kearah Pak Li dan menghampirinya. "Pak Li, sudah dimakamkan ya?" tanya Ningsih penasaran. Suara pintu rumah dibuka dari dalam terdengar.  Bu Siti membuka pintu rumahnya dan mena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN