Bab 33 [Shofi Meninggal?]

2023 Kata

Suasana bus begitu ramai. Hal yang lebih membuat Ningsih terkejut, ia se-bus dengan Bu Siti. Hari minggu sore ia memutuskan kembali ke desa Manggis. Percuma juga lama disana tetapi tak mendapatkan jawaban dari hal yang dicarinya. Ia menatap pakaian Bu Siti yang sepertinya habis dari acara. Ingin sekali memanggil dan mengobrol, tetapi jarak tempat duduk yang begitu jauh membuatnya berfikir dua kali. Apalagi suara ramai bapak-bapak di belakang yang mengobrol akan masalah pekerjaan. Ia membenarkan letak maskernya. Dalam bus yang sempit begini, masih saja ada yang merokok. Walaupun jendela dibuka, jika penumpang penuh pasti terasa lebih sesak. Itulah yang dirasakannya. Untung ia memakai masker, jadi asap rokok tak masuk ke dalam indera penciumannya terlalu banyak. Hanya sedikit tercium bauny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN