Bab 32 [Keberanian]

3091 Kata

Ningsih bersuara keras memanggil mantan perawat Mbok Nah. Sudah sejam ia menunggu di depan rumahnya tetapi tak kunjung dibukakan pintu. Tadi memintanya untuk datang kesini tetapi orangnya entah kemana. Ia yang jengkel pun memutuskan untuk pergi sendirian ke rumah pak Samin. Pikirnya mungkin ketiduran atau sedang kebelakang memandikan anaknya. Ini masih jam 5 sore, tetapi awan hitam sudah bergelung di langit. Terlebih suara petir bersahut-sahutan. Ia hanya berdo'a semoga saja tidak turun hujan disaat yang genting begini. Ia tak punya waktu lagi untuk kesini terus. Sedangkan perutnya semakin hari bukannya semakin sembuh justru semakin sakit. Ia tak mampun untuk memeriksakan kembali di rumah sakit. Ia butuh uang banyak untuk biaya kehidupannya sehari-hari, biaya kosnya per bulan, biaya untuk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN