Ningsih bersuara keras memanggil mantan perawat Mbok Nah. Sudah sejam ia menunggu di depan rumahnya tetapi tak kunjung dibukakan pintu. Tadi memintanya untuk datang kesini tetapi orangnya entah kemana. Ia yang jengkel pun memutuskan untuk pergi sendirian ke rumah pak Samin. Pikirnya mungkin ketiduran atau sedang kebelakang memandikan anaknya. Ini masih jam 5 sore, tetapi awan hitam sudah bergelung di langit. Terlebih suara petir bersahut-sahutan. Ia hanya berdo'a semoga saja tidak turun hujan disaat yang genting begini. Ia tak punya waktu lagi untuk kesini terus. Sedangkan perutnya semakin hari bukannya semakin sembuh justru semakin sakit. Ia tak mampun untuk memeriksakan kembali di rumah sakit. Ia butuh uang banyak untuk biaya kehidupannya sehari-hari, biaya kosnya per bulan, biaya untuk

