Bab 22 [Sebuah Kejujuran]

1193 Kata

Ningsih sudah sampai di depan sebuah rumah yang desainnya cukup modern menurutnya. Halamannya luas, dengan banyak tanaman di sekeliling rumah. Ada kolam ikan di sisi barat rumah. Ningsih memusatkan pandangan kepada ayunan di sisi timur rumah. Ayunan yang tampak kotor dan berdebu. Sudah rusak sepertinya. Ayunan yang pernah ia lihat di rumah Pak Supri. Ningsih menoleh kearah perawat Mbok Nah perihal rumah yang didatanginya kali ini. "Ini rumah baru Pak Samin, Ning." Ningsih baru tahu jika Pak Samin pindah rumah. Sejak kapan? Ia kembali menoleh kearah perawat Mbok Nah. "Ini rumah Pak Samin sudah lama sebenarnya. Tetapi baru-baru ini ditinggali. Jika dulu hanya disewakan rumahnya kepada orang lain. Sekarang sudah ditinggali pemiliknya ya, Pak Supri." "Rumah yang lama?" "Entah, kurang ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN