Setelah pulang dari rumah Pak Supri, Ningsih memutuskan berdiam diri merenung di kamarnya. Sudah lima menit ia memikirkan masalah celurit itu. Teringat akan Rendi, ia menjajakan kakinya keluar rumah mencari Rendi. Ia kembali masuk ke dapur untuk membuatkan mie goreng.cKarena makanan yang lain belum jadi. Untung kompor satunya belum dipakai. Ia baru meminjam kompor tetangga untuk hal ini. Ia menyapa orang-orang yang sedang rewang. Setelah siap jadi, ia memindahkan mie goreng ke mangkok. Lalu ia membawanya ke Rendi. Setidaknya ada asupan yang masuk. Ia yakin tadi malam lelaki itu pasti tidur tak memakai selimut dan tidur di sofa. Dimana lagi selain sofa? Karena setahunya rumah depan rumahnya itu tak memiliki lebih dua kamar. Ningsih tersenyum tipis menemui Rendi yang duduk di depan rum

