Chapter 20 : No More

2205 Kata

Alice mengendari mobilnya meninggalkan parkiran cafe. Sayangnya, dia tidak dapat fokus ke jalan karena berusaha menahan agar air matanya tidak jatuh. Setelah beberapa saat, usahanya gagal dan air mata pertama jatuh ke pipinya. Dengan terpaksa, Alice menepikan mobilnya dipinggir jalan. Dia tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya. Alice menyesal. Karena sekali lagi dengan bodohnya dia mempercayai seorang lelaki. Karena dia membuka pintu baginya. Karena dia terlalu lemah dan bodoh. Begitu mudahnya dia mengalah pada rayuannya. Begitu mudahnya dia tertipu. Begitu mudahnya dia terlena. Dan Alice pikir, begitu mudahnya dia mencintai orang yang salah. Alice tertawa miris pada dirinya sendiri. Kenapa dia tidak bisa mendapatkan orang yang tepat? kenapa dia begitu bodoh? Kenapa manusia harus pu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN