ALICE "Ready?" Tanya Nathan. Nathan sudah muncul di depan apartemenku sejak pagi. Hari ini sepertinya dia tidak ke kantor sama sekali karena saat ini dia hanya memakai kaos polo putih dan jeans. Pasti karena aku. Huft. "Yep." Jawabku, mengangguk. Rasanya, berat juga saat harus berada sangat jauh darinya. Come on, it's just a week, Alice. "Sini." Nathan mengambil alih koper kecil yang kubawa, kemudian meraih tanganku, menggenggamnya. "Alice." "Hm?" Gumamku sebagai jawaban. "I love you." Gumam Nathan. Uh-oh, dia bahkan tidak sadar kalau kata-kata itu membuatku tidak ingin pergi. "Me too..." Gumamku. Kami berjalan dalam diam menuju mobil Nathan. Setelah memasukkan koperku di bagasi dan tas ranselku di kursi belakang, Nathan membukakanku pintu penumpang di sebelah pengemudi sebelum masuk

