**** Haga terpaksa pulang dengan tangan kosong, ia yang pada awalnya berniat ingin mengantar Sasmita berangkat kerja harus menerima kenyataan bahwa Sasmita didaulat agar datang bersama bos mereka. Rasanya darah di sekujur tubuh Haga ingin memuncrat tapi ia bisa meredamnya dengan baik hingga ia kembali ke apartemen. Dan pada akhirnya, lagi-lagi Davino-lah yang menjadi sasaran Haga berikutnya. Suara bel berbunyi dengan sangat keras dan tidak sabaran, ya Haga memencetnya berulang kali tanpa peduli bagaimana pendengaran seseorang di dalam apartemennya. Davino yang baru saja keluar dari kamar kecil, tergopoh-gopoh sambil membetulkan risleting celana panjangnya. Davino mengumpat tapi ia tidak berani mengatakannya langsung karena ia yakin orang yang berani berulah demikian jika bukan Haga tidak

