"Walaupun sementara, tak apalah asalkan nyata bahagia." "Di sana ada toko buku juga?" tanya Acha, maksud di sana dalam pertanyaannya membuat Devid mengatur napas. "Gak ada," jawabnya singkat. Kentara Devid masih enggan menceritakan sepuluh tahun lamanya berpisah. "Sosis bakar?" tanya Acha lagi. Gelengan kepala Devid menjadi jawaban, Acha mendongak raut wajah Devid terlihat lelah tanpa gairah. "Lu hidup di hutan?" tebak Acha. Devid mendelik sebal. "Lagi gak mau jawab." Sebuah tinju mendarat di d**a bidangnya, Devid terkikik lalu merengkuh kepala Acha. "Bawel banget, sih, lo! Nanti juga gua ceritain! Tapi bukan sekarang, denger gak?" "GAK DENGER! b***k SOALNYA!" balas Acha dengan kesal. Devid menegakkan tubuh Acha untuk duduk berhadapan langsung dengannya. "Pulang, yuk, entar gua c

