BAB : 41

1354 Kata

Suara obrolan dari beberapa orang bisa ia dengar dengan samar-samar. Kedua matanya mulai terbuka, meskipun rasa pusing masih dirasakannya. Satu lagi ... tenggorokan dan mulutnya terasa sangat kering. "Bayu, Rani," panggilnya pada dua sosok yang saat itu sedang duduk di kursi. Merasa dipanggil, keduanya segera bangkit dan menghampiri Nessa. "Ness ... kamu udah sadar? Apa yang kami rasain?" tanya Bayu dengan Ekspressi cemas. Ya, cemasnya sangat terlihat layaknya seorang cowok pada kekasihnya. "Aku haus," ujar Nessa tanpa menjawab pertanyaan Bayu.  Rani hendak mengambil segelas air yang berada di meja. Tapi, dengan cepat Bayu justru mendahuluinya. Bahkan, tanpa sengaja cowok itu menyenggolnya hingga nyaris jatuh. Bukannya minta maaf atau setidaknya melirik kearahnya, ini tidak sama se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN