BAB : 42

1516 Kata

Nessa tak berkomentar apa-apa saat pandangannya melihat apa yang dilihat oleh mertuanya itu. Ya ... terlalu kaget dan shock membuat ia tak bisa berkomentar. Darahnya seakan mendidih. Hatinya seakan hancur berkeping-keping. Hal yang seharusnya tak ia lihat, kini terpampang nyata di depan matanya. Bagaimanapun ia berkilah, tetap saja ini nyata.  Ia mengira kalau sudah memiliki Angga seutuhnya. Tapi ternyata tidak sama sekali. Dia masih berhubungan dengan Nilam. Dirinya memang bodoh ... harusnya bisa menyadari dan paham kalau Nilam adalah segalanya bagi Angga. "Ness ..."  "Ma, kita pergi dari sini, ya," ajaknya. Grace tahu betul apa yang dirasakan menantunya itu. Tanpa berkomentar ia segera turun dari mobil kemudian berjalan menghampiri Angga--putranya yang saat itu bersama dengan Nilam.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN