"Om, sebagai cowok normal, aku tahu apa yang kamu inginkan dariku. Sebuah ciuman nggak akan ada apa-apanya. Apalagi sebagai seorang istri aku wajib menuruti permintaanmu. Tapi maaf, waktunya belum tepat untuk aku memberikan yang lebih padamu." Tangan Angga yang tadinya berada di tengkuk Nessa, mulai berpindah memasuki kaos tidurnya. Dan Nessa sendiri bisa merasakan sentuhan dingin itu. "Aku paham akan hal itu," balas Angga. "Kali ini, nggak akan lebih dari hanya sekadar sebuah ciuman," bisiknya mengingatkan. Angga mengangguk pertanda ia mengerti situasi dan juga status Nessa yang masih seorang pelajar. Bukan tidak mungkin perbuatan sekali itu akan meninggalkan sesuatu di dalam rahim Nessa. Nessa tersenyum mendengar balasan Angga. Setidaknya ia berterimakasih pada suaminya karena meng

