"Siapa?" "Sahabat kamu sendiri ... Rani," ungkap Angga. Nessa kaget. Jelas ia tak percaya dengan apa yang dikatakan Angga. Bagaimana mungkin Rani bisa melakukan hal sejahat itu pada dirinya? Lagian, apa untungnya juga dia melakukan itu. Sudut bibirnya terangkat, seolah tak percaya. "Om ... jangan ngarang. Yakali Rani ngelakuin hal segitu jahatnya padaku. Aku nggak percaya sama sekali." "Terserah, kamu mau percaya atau tidak. Yang jelas, aku sudah menyelidiki semuanya. Aku bukan orang yang suka mengambil kesimpulan hanya dengan tebakan atau kecurigaan saja. Tapi semuanya ku selidiki dulu, begitupun dengan buktinya. Atau mungkin kamu nggak percaya padaku? Silahkan kamu tanya sama Nico." Nessa yang tadinya duduk manis di pangkuan Angga, beranjak. Kemudian berjalan mengarah menuju balkon

