BAB : 48

1776 Kata

Nico sampai di kantor. Ia yang tadinya berniat langsung menuju ruangannya, terhenti karena melihat Angga di loby. Sobatnya itu sudah seperti orang stress saja. Dia yang biasanya tak bisa diam, sekarang malah lebih sering bengong. Ia duduk di sofa yang ada di sebelah Angga. "Masih mikirin Nessa?" Sebenarnya tak perlu ditanyakan lagi apa yang sedang dipikirkan Angga. Hanya ini bentuk basa-basinya saja. "Dia lagi dimana, ya, sekarang? Keadaannya gimana? Tiba-tiba gue merasa kalau dia sekarang dalam masalah," ujar Angga bicara tanpa mengarah pada Nico. "Dia pasti baik-baik aja," respon Nico menanggapi perkataan Angga dengan penuh keyakinan. Pandangan Angga kini beralih pada sobatnya itu. "Lo sehat, kan?" tanya Angga pada Nico. "Ya sehatlah," jawab Nico . "Gue takut aja otak lo yang ngga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN