"Telponin Om Angga," pinta Nessa. Nico tak menjawab. Tapi ia malah menyodorkan ponsel miliknya ke tangan gadis itu. "Ini ... kamu telpon saja sepuasnya," suruhnya. Nessa memberengut saat mendapatkan balasan seperti itu. "Om ... aku minta tolong teleponin, itu berarti Om yang bicara, bukan aku," jelasnya. "Maksudnya?" "Tanyain, dia udah makan apa belum?" "Kenapa aku harus bertanya dengan selebay itu? Ini, kamu telpon aja sendiri." "Nggak mau bantuin?" Nessa memasang tampang memelas. Berharap keinginannya dikabulkan oleh Nico. "Aku mohon," harapnya. "Ck, baiklah ..." Nico akhirnya pasrah dihadapan bocah SMA. Dengan penuh keterpaksaan, ia akhirnya menghubungi Angga. Ini sedikit memalukan. Asal jangan sampai sobatnya itu malah berpikiran yang aneh-aneh saja tentang sikapnya. "Hallo .

