Terkagum-kagum

784 Kata

Pagi itu, di sebuah butik mewah yang cukup terkenal di kota Washington, suasana begitu ramai dengan sibuknya para karyawan yang sibuk mengatur persiapan untuk pelanggan mereka. Steve dan Nora duduk di salah satu sofa, menunggu dengan sabar sang desainer mengambil gaun pengantin yang telah dipesan oleh Steve. “Kenapa gaunnya sudah selesai dibuat? Memangnya kamu sudah memesannya sejak lama?” tanya Nora kepada Steve, mencoba mencari tahu lebih lanjut tentang persiapan pernikahan mereka. Steve menghela napasnya sejenak sebelum menjawab, “Saat pernikahan pertama kita, aku memesannya di sini. Dulu, dia memberiku dua pilihan gaun yang berbeda. Dan aku memintanya untuk menyimpan satu gaunnya.” “Ah, begitu. Pantas saja gaunnya sudah selesai dibuat,” ujar Nora sambil mengangguk-anggukkan kepalan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN