Hello, this is Jevanos Jung.
Halo, perkenalkan. Aku Jevanos Jung.
Namaku terdengar indah, terimakasih kepada Ibu ratu Chaersie yang telah susah-susah mencarikan julukan untuk anaknya yang tidak sempurna ini.
Oh ngomong-ngomong kalian bisa memanggilku Jeno jika Jevanos terlalu panjang. Aku dapat nama panggilan ini dari saudaraku, Jaeminos ketika kami masih kecil, anak itu susah mengeja.
Apakah kalian berasal dari kerajaan lain? Kalau iya, salam kenal. Seandainya kalian berkunjung ke Jung Palace, kalian tidak akan menemukanku. Ketika kalian makan malam dan dapat undangan spesial dari maidnya ibu ratu, kalian tidak akan makan bersamaku pula. Karena di sana bukan tempatku, kata Jaemin —saudaraku yang aku sebut tadi aku tidak pantas duduk di kursi kayu kerajaan, katanya nanti bisa kotor.
Ah iya juga, aku lebih sering menghabiskan waktu di danau Chamber daripada di dalam kamar. Tidak seperti Jaemin yang mendapat pantauan selama dua puluh empat jam, ibu Chaersie hanya memperhatikanku ketika aku membantu para maid untuk menghidangkan makanan. Tapi tidak apa-apa, walau begitu ibu Chaersie baik sekali. Aku diberi sepiring nasi dan lauk selepas menyelesaikan pekerjaanku, hihihi.
Kalau kalian bukan anggota kerajaan, aku jamin kalian akan mudah menemukanku. Terkadang aku berada di sudut pasar bersama ibu Laise, menemaninya memberi makan kucing-kucing kurus yang dibuang pemiliknya karena mereka pincang atau hanya karena mereka mengacau makan malam. Nasib mereka sebelas dua belas denganku, aku jadi terharu, hihi.
Kalian penasaran tidak, kenapa aku dijauhi ibu Chaersie, ayah Jaehyas, dan Jaeminos?
Aku cacat, aku tidak bisa berbicara.
Apa sebutannya? Ah ... ayah sering memanggilku bisu yang menyusahkan. Mungkin bahasa isyarat itu sulit, makanya ayah dan ibu tidak teramat paham dan menyebutku menyusahkan. Sebetulnya Jaemin bisa memahamiku, dulu ibu Laise pernah jadi guru bahasa kami dan mengajari Jaemin bahasa isyarat, hanya saja dia dipecat dan dipekerjakan menjadi maid karena ibu Chaersie bilang, ibu Laise mencuri sesuatu dari kamarku.
Gambaran hidupku sepertinya terlalu kelabu, ya?
Tidak kok ... tidak terlalu.
Aku masih sanggup, aku masih bisa bertahan bersama keluarga Jung. Mereka yang membesarkanku sejak aku masih belum tau seberapa jahatnya dunia. Mereka yang mendampingiku ketika aku tidak bisa apa-apa.
Untuk mu, selamat datang!