Aku Tahu Bagaimana Rasanya

1057 Kata

Tangan ini mengepal menahan geram. Mungkin Maya belum menyadari kalau laki-laki yang duduk di sampingku ini adalah seseorang yang dekat di hatinya. Wajah gadis itu nampak semringah dan terus mengoceh tanpa memperhatikan keadaan sekitar. Pandangan mata gadis itu terus tertuju pada wajah ganteng Aldar yang menurut mata ini mendekati perfect, entah karena memang demikian atau karena aku sudah mengakui kalau aku juga menyimpan hati pada suami resmi itu. Sedangkan, Aldar berjalan dengan sedikit menunduk seperti hikmat mendengarkan suara merdu Maya. Oh ...! Rasanya ingin segera melemparkan kelapa muda warna hijau berikut sendok pengaduknya sekalian ke arah mereka. “Nggak harus begitu juga ‘kan May!” teriakku dalam hati. Eits! Bagaimana aku bisa melupakan laki-laki yang duduk di sampingku? Buka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN