“Kamu kenapa, Kesh? Kok jongkok di sini? Gak sakit, kan? Sakit?” ucap Julian dengan ekspresi gabungan khawatir dan penasaran. “Nggak, nggak kok,” jawabku sambil berdiri. “Ada masalah?” lanjutnya mulai mirip orang tua, aku menggeleng. Tentu dia tahu gelenganku kontra realita. “Kamu lagi gak cari kerja part time, kan? Kita ‘kan dah punya usaha bersama,” ujarnya sambil mengedarkan pandangan dengan ekspresi mencari, mungkin dia ingin tahu destinasi yang baru kukunjungi. “Enggak, ada perlu aja sedikit,” jawabku memutus rasa penasarannya. “Trus sampai jongkok gitu ngapain?” desaknya. “Lapar,” sahutku pendek. “Oh, tadi nggak makan dulu ya sepulang dari kampus?” ujarnya dengan nada suara sedikit lega. Aku mengangguk. “Kalau gitu ayo makan!” ajaknya sambil memintaku mengikuti langkahnya.

