Alia sudah menghubungi Fahri dan memberitahukan bahwa dirinya sudah pulang dari kampus dan sekarang gadis itu sedang menunggu di depan halte bus.
Entah kenapa jantungnya berdebar-debar menanti kedatangan Fahri dosennya. Pikiran Alia penuh dengan pria itu sehingga tidak menyadari ketika ada mobil berhenti tepat di depannya. Kaca mobil terbuka dan terlihat Fahri. Pria itu memanggil Alia membuat lamunan Alia terputus dan wanita itu menoleh ke arah suara yang memanggilnya.
"Masuk Alia," kata Fahri dan Alia segera masuk ke dalam mobil dosennya itu.
"Sudah lama ya menunggunya, maaf.. Saya pinjam mobil sama teman dulu biar tidak ada mahasiswa yang curiga. Takutnya kalau saya menjemput pakai mobil saya terus ada yang melihat jadi curiga," jelas Fahri panjang lebar sambil mengendarai meninggalkan halte bus.
"Tidak apa-apa Pak , saya juga baru sebentar menunggunya," sahut Alia sambil menatap dosennya itu. Alia tidak menyangka Fahri sampai memikirkan hal itu. Melihat Fahri melakukan hal itu menjadikan apa yang sedang dilakukan oleh Alia dan Fahri seperti hubungan rahasia.
Tetapi bukannya merasa merasa bersalah justru Alia merasakan ada debaran yang terasa menyenangkan membuat wanita itu sudah tidak sabar berduaan dengan Fahri walaupun hanya sekadar makan siang.
Fahri diam-diam melirik Alia yang duduk diam di sampingnya. Mahasiswinya ini bertubuh langsing dengan wajah manis. Denyut jantung Fahri berdetak lebih kencang ketika tiba-tiba Alia menoleh ke arahnya dan tersenyum manis. "Cantik" ucap Fahri di dalam hatinya.
"Hmm, kita mau ke mana Pak ? Tanya Alia setelah cukup lama mereka berdua diam di dalam mobil.
"Tunggu saja ya Alia, saya ajak kamu ke resto favorit saya. Semoga kamu suka ,"jawab Fahri.
"Saya pasti suka Pak," ucap Alia lembut membuat Fahri yang mendengar ucapan Alia kembali berdebar-debar.
Terus terang Alia berbeda dengan mahasiswi- mahasiswi yang berhasil dinikmati tubuhnya oleh Fahri. Ya Fahri akui kalau dirinya juga dosen b***t sama seperti Ronald tetapi Fahri melakukannya atas dasar suka sama suka tanpa ada paksaan dan ikatan.
Dan wanita yang berada duduk disampingnya itu berbeda, begitu kalem dan lembut. Tubuh Alia juga cenderung langsing. Fahri mengakui Alia manis dan pria itu tertarik dengan Alia.
Fahri berusaha menjauhi pikirannya tentang hal-hal nakal kepada Alia walaupun pria itu mengakui bahwa pernah bermimpi tentang Alia yang membuat Fahri terbangun dengan keadaan celana basah dan membuat pria itu mengutuk dirinya sendiri karena merasa seperti remaja pria yang baru mengalami mimpi basah untuk pertama kalinya tetapi tetap saja Fahri menghormati Alia dan tidak ingin membuat Alia kembali mengingat perlakuan Ronald kepada wanita itu bila Fahri berbuat nakal kepada Alia.
Bukan tidak kepikiran tetapi Fahri juga sadar bahwa Alia sudah menjadi istri orang jadi bila mereka berhubungan seks tentu saja menjadi perselingkuhan. Tetapi Fahri tetap tidak bisa menutupi perasaannya yang senang bila di dekat Alia sehingga membuat pria itu nekat mengundang istri orang ini makan siang dan ketika Alia tidak menolak membuat Fahri semakin senang dan merasa apa yang dirasakan oleh dirinya di sambut oleh Alia.
Tanpa terasa mereka akhirnya telah sampai di resto yang di pilih oleh Fahri. Tanpa setahu Alia resto tersebut merupakan milik pria itu. Selain sebagai dosen Fahri juga mempunyai resto yang di kelolanya dan cukup berkembang walaupun begitu memang tidak banyak yang tahu tentang usaha kuliner miliknya itu.
Fahri telah menyuruh kokinya menyiapkan makan siang yang spesial di ruang kerjanya di lantai atas Resto agar dia dan Alia lebih nyaman tanpa takut terlihat orang-orang yang mungkin mengenali mereka.
"Ayo turun Lia," kata Fahri ramah.
Setelah sampai di resto, Alia malah menjadi ragu . Wanita itu takut kalau apa yang dilakukan olehnya ini bisa dilihat oleh orang yang mungkin kenal dengan dirinya dan Fahri.
Walau bagaimanapun Alia adalah istri orang dan apa yang dilakukan olehnya sekarang terlihat salah tetapi wanita itu juga tidak mungkin membatalkan acara makan mereka padahal mereka telah berada di depan Resto.
"Alia turun yuk, kita sudah sampai," kata Fahri.
"Eh, Pak..
Fahri langsung menyadari apa yang sekarang sedang dipikirkan oleh Alia. Pria itu lalu berkata dengan lembut. " Tenang saja Alia, kita makannya di tempat private jadi tidak akan ada orang yang bisa melihat kita berduaan."
"Maksud Bapak ?"
"Sebenarnya resto ini milik saya jadi saya menyuruh koki untuk menyiapkan makanan di ruang kerja saya biar kita lebih nyaman. Tidak apa-apa kan ?".
Alia menatap dosennya itu dan kembali merasakan sesuatu yang berbeda apalagi ketika mengetahui bahwa pria itu telah memikirkan segalanya agar bisa membuat Alia nyaman, itu membuat Alia tidak lagi memiliki alasan untuk menolak ajakan Fahri.
"Terima kasih Pak."
"Tidak usah berterima kasih, lagian saya yang mengajak kamu makan. Ayo turun mungkin hidangan kita sudah di siapkan," ajak Fahri, lalu pria itu keluar dari dalam mobil dan memutar dengan cepat menuju ke pintu penumpang dan membuka pintu di samping Alia.
Alia melihat apa yang dilakukan oleh Fahri semakin terpesona dengan sikap Fahri yang begitu gentleman. Wanita itu tidak menyangka Fahri yang terkenal sebagai dosen tegas dan di takuti oleh mahasiswa bisa berbuat sesuatu yang begitu manis.
Dengan cepat Alia keluar dari dalam mobil dan berdiri di samping Fahri sambil tersenyum malu."Ayo kita ke dalam ,"ajak Fahri yang telah melangkah menuju ke resto dan Alia dengan patuh mengikuti dosennya itu ke dalam Resto.
Mereka di sambut para karyawan resto dengan ramah setelah Fahri berbasa-basi dengan karyawannya lalu pria itu langsung mengajak Alia ke lantai dua resto. Ruang kerja Fahri di resto hanya sebuah ruangan yang tidak terlalu besar hanya di isi dengan meja kayu dan kursi , lalu ada sofa yang tidak terlalu besar di sudut ruangan.
"Masuk Alia, maaf cuma kecil ruangannya," kata Fahri.
"Tidak apa-apa Pak, biar kecil tapi nyaman kok,"sahut Alia sambil tersenyum manis.
"Duduk dulu Alia, biar saya telepon karyawan dulu menyuruh mereka mengantar makan siang kita ," kata Fahri lagi lalu mengangkat telepon yang berada di ruangan untuk menelepon karyawan resto untuk menyiapkan makanan mereka.
"Hmm, Bapak sudah lama membuka Resto ini?" Tanya Alia memberanikan diri setelah mereka terdiam dengan canggung. Wanita itu berusaha untuk membuat suasana lebih nyaman.
"Sudah hampir dua tahun, hasilnya lumayan. Awalnya cuma coba-coba saja ," jawab Fahri.
Suara pintu terketuk membuat Fahri segera membuka pintu dan masuk lah karyawan Fahri yang membawa makan siang mereka. Setelah semua hidangan di tata di atas meja dan karyawan keluar dari ruang kerja sehingga kembali meninggalkan Fahri dan Alia di dalam ruangan tersebut.
"Silakan Alia di coba hidangannya. Semoga suka sekalian bisa promosi ke teman-teman kamu," kata Fahri ramah.
"Kelihatannya semua enak Pak. Hmm, jadi Bapak mengajak saya kesini untuk promosi in resto Bapak ya," ucap Alia sambil tersenyum lebar.
Fahri balas tersenyum lebar. "Ya ketahuan deh saya." Sambil pura-pura malu.
Apa yabg dilakukan oleh Fahri membuat Alia akhirnya tertawa kecil karena wanita itu tidak menyangka dosennya itu bisa berbuat begitu.
"Cantik ," ucap Fahri tanpa sadar ketika melihat raut wajah Alia yang tertawa.
Alia langsung seketika menghentikan tertawanya dan tertegun mendengar ucapan Fahri bahkan wajah Alia sudah merona malu. Sedangkan Fahri yang sadar kalau dia keceplosan memuji Alia hanya bisa meringis sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Keduanya sama-sama salah tingkah.
"Eh, silakan di makan Alia nanti dingin makanannya," kata Fahri berusaha menghilangkan rasa canggung di antara mereka berdua.
"Iya Pak," sahut Alia pelan sambil mulai menyantap makanan yang berada di depannya.
Keduanya akhirnya menyantap makanan mereka dalam diam. Keduanya sama-sama larut dalam pikiran masing-masing. Ada pikiran terlarang yang melintas di kepala kedua insan tersebut tetapi berusaha untuk mereka tepis.
"Bagaimana makanannya ?" Tanya Fahri sambil menyantap makanan.
"Enak Pak, saya pasti rekomendasi resto Bapak ke teman-teman," jawab Alia dan jawaban Alia membuat Fahri tersenyum senang.
Alia menyantap makanan dengan lahap sampai tidak sadar ada sisa saos yang melekat di sudut bibir wanita itu. Fahri yang melihat sisa saos itu dengan refleks mengusap sudut bibir Alia membuat wanita itu kaget terkejut dan tertegun dan Fahri juga langsung tersadar dengan tindakan terlalu intim dan lancang.
"Ma.. Maaf, ada sisa saos di mulut kamu," jelas Fahri tergagap.
Alia segera mengambil tisu dan membersihkan mulutnya. "Terima kasih Pak," sahut Alia pelan.
Suasana kembali canggung dan membuat mereka terdiam sambil berusaha untuk menikmati makanan. Alia benar-benar merasa seperti seorang gadis yang baru mengenal lelaki padahal dirinya adalah istri seseorang tetapi di hadapan pria yan sedang duduk di depannya ini, jantung Alia tidak berhenti berdegup dengan kencang.
"Apa Ronald masih menganggu kamu?" Tanya Fahri setelah mereka cukup lama terdiam.
Alia mengangkat kepalanya setelah mendengar pertanyaan Fahri. Sambil diam-diam menghela napas wanita itu lalu berkata. "Sudah tidak lagi Pak."
"Bagus lah kalau begitu. Kalau boleh saya tahu sebenarnya ada masalah apa kamu dengan Ronald sehingga membuat Ronald bisa melecehkan diri kamu?".
Mendengar perkataan Jamal membuat Alia bimbang. Apa harus menceritakan semuanya kepada Fahri atau tidak dan Fahri yang mengetahui rasa enggan Alia untuk menceritakan masalah yang sebenarnya akhirnya berkata. "Kalau kamu tidak mau menceritakannya, tidak apa-apa cuma bila Ronald masih mengancam kamu lagi tolong beritahu saya," pinta Fahri tegas.
Setelah mendengar ucapan Fahri membuat Alia akhirnya memutuskan untuk menceritakan semuanya kepada Fahri ketika melihat pria itu terlihat tulus membantunya dan Fahri mendengar semua cerita dengan raut wajah marah dan tangan yang terkepal. Pria itu begitu marah dengan apa yang telah dilakukan oleh Rizky suami Alia dan Ronald dengan ancamannya.
Dengan spontan tangan Fahri menggenggam tangan mungil Alia dan meremas seolah memberikan kekuatan kepada wanita itu. Melihat apa yang dilakukan oleh Fahri membuat Alia akhirnya tidak tahan untuk menahan emosinya, wanita itu menangis melepaskan semua beban yang selama ini menghimpit dadanya.
Fahri lalu bangkit dari duduknya dan menarik tubuh Alia masuk ke dalam pelukannya. Alia yang mendapatkan pelukan Fahri tidak menolak malah tangisan wanita itu semakin pilu. Tangan besar Fahri mengelus-elus pelan punggung Alia membiarkan wanita itu melepaskan semua beban yang menghimpit dadanya. Lama juga Alia menangis sehingga membuat kemeja yabg dikenakan oleh Fahri basah.
Beberapa saat kemudian tangisan Alia berhenti hanya tinggal isakan yg masih terdengar sesekali. Wanita itu bersandar nyaman di pelukan Fahri tidak menyadari bahwa pria itu adalah dosennya.
"Semua pasti baik-baik saja Alia. Ada saya yang akan selalu berada di samping kamu," ucap Fahri lembut.
Mendengar ucapan Fahri membuat Alia tersentak terkejut dan sadar apa yg sedang dirinya lakukan dengan cepat Alia melepaskan pelukannya dan mundur beberapa langkah.
"Maaf Pak ," ucap Alia pelan, wanita itu juga melihat kemeja yang dikenakan oleh Fahri terlihat basah di bagian d**a karena terkena air matanya.
"Tidak apa-apa, Lia. Sudah lebih lega?" Tanya Fahri lembut sambil menatap Alia dengan mesra.
Alia menganggukkan kepalanya sambil membalas tatapan Fahri dengan salah tingkah. Wanita itu lalu melangkah mendekati Fahri dan dengan lembut mengelus d**a Fahri di tempat kemeja pria itu yang basah.
"Maaf membuat kemeja bapak jadi basah."
"Tidak apa-apa," balas Fahri pelan. Keduanya bertatapan dengan mesra dan tanpa mereka berdua sadari, wajah keduanya mendekat, bibir keduanya saling mendekat. Suasana di ruang kerja Fahri menjadi begitu intim.