Keduanya bertatapan dengan mesra dan tanpa mereka berdua sadari, wajah keduanya mendekat, bibir keduanya telah mendekat. Suasana di ruang kerja Fahri menjadi begitu intim dan ketika bibir Fahri hampir menyentuh bibir tipis Alia, terdengar suara telepon seluler wanita itu berbunyi membuat Fahri dan Alia terkejut dan serentak keduanya memisahkan diri dan lagi-lagi suasana canggung terjadi.
"Sa.. saya angkat telepon dulu Pak," kata Alia pelan.
"Ehmm.." sahut Fahri. Pria itu memutuskan untuk membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya ke arah jendela yang menghadap ke arah resto pura-pura memperhatikan kesibukan yang terjadi di lantai bawah restonya.
Sementara Alia bergegas mengambil teleponnya yang terus-terusan berbunyi. Nama Rizky tertera di layar teleponnya membuat wanita itu seketika merasa bersalah dengan apa yang hampir saja terjadi antara dirinya dan Fahri dosennya itu. Mereka berdua hampir saja berciuman bila tidak ada suara telepon berbunyi menghentikan mereka.
Alia bergegas menjauhi Fahri yang sedang berdiri memungungi Alia berharap agar suaranya tidak terlalu terdengar oleh Fahri walaupun wanita itu tidak yakin.
Layar ponsel di gesernya dan Alia mengangkat telepon suaminya.
Alia..
Halo Kye..
Rizky..
Halo Alia, kamu di mana ? Aku cari di kampus tapi tidak ada
Alia..
Aku lagi di rumah teman
Fahri menoleh dan menatap Alia dengan tatapan penuh arti. Pria itu tahu Alia berbohong kepada suaminya dan Alia juga tahu Fahri mendengar ucapannya. Keduanya berpandangan dalam diam
Rizky..
Sama Hilda dan Tari ya ?
Alia..
Iya
Rizky..
Ya sudah , aku cuma mau bilang kalau aku mau menginap di rumah teman malam ini. Nanti bilangin sama Mama ya. Kamu juga jangan sore-sore pulangnya.
Alia..
Iya Kye..
Telepon langsung di tutup oleh Rizky secara sepihak membuat Alia hanya bisa menghela napas. Selalu begini sikap suaminya. Rizky selalu mementingkan teman-temannya daripada dirinya. Walaupun sudah menikah Rizky seakan lupa bahwa dirinya bukan bujangan lagi sudah ada seorang istri, tetapi tingkah laku Rizky masih bebas seperti masih bujangan meninggalkan Alia sendiri dan apa yang dilakukan oleh Rizky membuat mertua Alia malah memarahinya, di bilang tidak bisa mengurus suami.
"Telepon dari suami kamu ya ?" Tanya Fahri sekadar menyakinkan padahal pria itu sebenarnya sudah tahu siapa yang menelepon Alia.
Setelah menyimpan Ponsel ke dalam tas, Alia lalu berkata pelan menjawab pertanyaan Fahri. "Iya Pak."
"Sudah selesai makannya, biar saya antar kamu pulang ya," kata Fahri kembali.
"Tidak usah Pak biar nanti saya pulang naik taksi saja ," sahut Alia cepat.
"Jangan begitu Alia, tadi saya yang mengajak kamu makan jadi saya juga harus mengantarkan kamu pulang."
"Tapi Pak.."
"Jangan menolak saya, Alia ." Ucap Fahri dengan nada yang tidak bisa dibantah.
Alia hanya bisa mengangguk kepala pasrah. Setelah itu mereka keluar dari ruang kerja Fahri di resto dan menuju ke mobil pria itu yang terparkir di parkiran resto.
"Di mana rumah kamu ?" Tanya Fahri, setelah berada di jalan.
Alia menyebutkan alamatnya lalu berkata. "Nanti turunkan saya di simpang jalan saja Pak tidak enak kalau di lihat mertua saya. "
Fahri hanya mengangguk kepalanya. Pria itu baru tahu kalau Alia masih tinggal bersama dengan mertuanya. Bila Fahri melihat Alia, rupanya tinggal bersama dengan mertuanya tidak terlalu membuat Alia bahagia karena terlihat tadi ketika Alia menyebutkan alamat rumah terdengar suara begitu berat seakan enggan pulang ke rumah.
Memikirkan hal itu membuat Fahri memutuskan untuk mengubah arah menuju ke arah taman kota. Sedangkan Alia yang sibuk dengan pikirannya tidak menyadari bahwa mobil Fahri bukan menuju ke arah rumah tapi ke tempat lain dan wanita itu baru sadar ketika mobil sudah berhenti di sebuah taman kota.
"Eh, Pak kenapa kita kesini ?"tanya Alia bingung melihat mobil terparkir di sudut taman yang lumayan sepi.
"Saya merasa kamu lagi banyak pikiran jadi saya memutuskan untuk ke taman dulu. Siapa tahu membuat kamu lebih tenang," jelas Fahri tenang.
Pria itu menurunkan kaca mobil membuat udara Angin sepoi-sepoi masuk ke dalam mobil . Taman terlihat sepi karena Fahri pergi di hari kerja sehingga hanya ada beberapa pengunjung yang duduk santai di kursi taman dan ada beberapa mobil parkir jauh dari mereka.
Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Entah kenapa Alia nyaman dengan situasi seperti ini. Fahri membuat Alia merasakan kembali perasaan nyaman yang telah lama tidak pernah dirasakan olehnya lagi, semenjak pernikahannya dengan Rizky. Kehidupan pernikahan yang awalnya dia pikir akan bahagia ternyata tidak seindah seperti yang dicerita oleh orang-orang.
Pernikahan malah membuat Alia tertekan tetapi wanita itu berusaha menyimpannya sendiri karena dia tidak mau membuat kedua orangtuanya jadi bersedih.
"Apa pernikahan kamu bahagia Alia ?"tanya Fahri setelah dalam terdiam.
Alia menoleh dan menatap Fahri, kaget karena pria itu seakan tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Alia membuat wanita itu merasa hatinya menjadi hangat karena perhatian yang diberikan oleh Fahri. Dosennya ini benar-benar berbeda dari yang selama ini dikenal oleh Alia.
Alia merasa Fahri begitu dewasa dengan perhatiannya yang membuat hati Alia selalu berdebar kencang. Wanita itu juga sadar bahwa dia seorang istri tetapi Alia juga tidak kuasa menahan perasaan yabg tiba-tiba muncul terhadap Fahri karena perhatian yang diberikan oleh pria itu kepadanya.
Di sudut hatinya Alia berharap Fahri dosennya itu juga merasakan hal sama seperti dirinya tetapi Alia tidak terlalu berharap lagian statusnya sudah menjadi istri seseorang.
Sedangkan Fahri juga sibuk dengan pikirannya tentang wanita di sampingnya ini. Jujur Fahri pria dengan nafsu seksual yang aktif, apa lagi setelah dirinya merasakan kenikmatan tubuh seorang wanita. Ada seorang wanita, wanita pertama bagi Fahri, wanita yang mengenalkan kenikmatan surgawi itu dan membuat Fahri menjadi ketagihan. Dan setelah mengenal Alia , pikiran Fahri penuh dengan bayangan Alia yang terbaring pasrah dan mengerang nikmat di bawahnya. Walaupun begitu pria itu sadar bayangannya itu tidak mungkin terjadi apalagi dengan status Alia yang sudah menjadi istri orang lagi pula terlihat kalau Alia tidak seperti wanita yang selama ini dikenal oleh Fahri
"Bagaimana..."
"Apa Bapak..."
Keduanya secara bersamaan membuka pembicaraan membuat mereka akhirnya tersenyum.
"Duluan saja Alia , apa yang mau kamu katakan tadi," ucap Fahri.
Alia terdiam sesaat lalu berkata dengan suara lembut." Apa Bapak tidak sibuk sampai menemani saya di sini?".
"Enggak, saya tidak sibuk lagian seperti yang kamu tahu saya masih belum menikah jadi tidak ada istri atau anak yang harus diperhatikan," kata Fahri terus terang.
"Bapak pemilih sih, makanya sampai sekarang belum ada pasangan," sahut Alia lembut.
"Belum ketemu yang cocok, sekalinya ada rasa ternyata sudah menjadi milik orang lain,"ucap Fahri kembali.
Alia menoleh melihat Fahri ketika mendengar perkataan dosennya itu. "Maksud Bapak apa ?" Tanya Alia penasaran.
"Hmm, maksudnya orang yang saya suka ternyata istri orang," kata Fahri datar. Pria itu sengaja langsung terus terang mengatakan hal yang sebenarnya untuk melihat tanggapan yang diberikan oleh Alia.
Fahri melihat tubuh Alia terlihat tegang dan wanita itu menoleh menatap Fahri dengan tatapan yang sulit diartikan.
Dengan ragu-ragu Alia bertanya. "Bapak suka sama istri orang ?"
"Iya sepertinya begitu. Saya suka istri orang tetapi saya kayaknya bertepuk sebelah tangan," jawab Fahri santai.
"Oh...!
Hanya suara itu terdengar dari mulut mungil Alia. Wanita itu bingung harus berkata apa. Dia tidak menyangka Fahri dosennya bisa terus terang begitu kepadanya. Di sudut hati Alia ada sedikit rasa sakit ketika mendengar perkataan Fahri dan wanita itu juga penasaran siapa wanita yang di sukai oleh Fahri. Rasanya Alia ingin bertanya tetapi mulutnya tidak mampu mengeluarkan kata-kata.
Sedangkan Fahri terus memperhatikan raut wajah Alia. Pria itu lalu tersenyum tipis dan berkata lembut. "Kamu tidak penasaran siapa wanita yang saya sukai ?"
"Eh, apa Bapak mau mengatakannya kepada saya ?" Ucap Alia malah balik bertanya.
"Saya akan bilang yang sebenarnya kepada kamu, Alia hanya kepada kamu," sahut Fahri lembut sambil menatap Alia dengan mesra.
Alia dan Fahri saling bertatapan dengan mesra. Degup jantung Alia berpacu dengan kencang entah kenapa wanita itu merasa gugup dan takut mendengar perkataan yang akan diucapkan oleh Fahri. Pengakuan pria itu membuat Alia merasakan seakan-akan tertuju kepada dirinya, walaupun dia berusaha menyangkal dan tidak percaya bahwa Fahri ada perasaan kepadanya lagipula mereka tidak dekat hanya memang akhir-akhir ini lebih sering bertukar pesan melalui pesan singkat.
Beberapa saat setelah mereka berdua diam. Dengan mantap Fahri berkata. "Wanita yang saya sukai adalah kamu, Alia."
Terdengar suara napas tercekat dari mulut Alia. Mata wanita itu juga terbelalak terkejut dan seakan tidak percaya dengan apa yang telah d dengarnya.
"Ap.. apa yang Bapak bilang ?"
"Saya suka sama kamu, Alia." Sahut Fahri lebih keras lagi mengucapkan rasa sukanya kepada mahasiswi dihadapannya ini.
Alia terus menatap Fahri dengan tatapan tidak percaya sedangkan Fahri menatap Alia dengan mesra. Keduanya terdiam menambah kesunyian di dalam mobil itu.
Nah kan Pak Jamal Sudah pake nembak kayak ABG saja ???
Kira-kira di terima gak y ?