AWAL UNTUK HANCUR

1771 Kata
Aku terus menatap anak dari incaranku, ia berdiri tepat di depanku sembari mengibas-ngibaskan rambutnya. Memang ku akui dia sangat tampan, bahkan ketampanannya melebihi dari selebriti tanah air yang berada di negeriku. Alisnya yang tebal, di sertai dengan mata bulat dan bulu mata yang lentik semakin memper elok wajah khas nya. Hidungnya pun mancung bak perosotan yang biasa di jadikan sebagai mainan anak TK. Bibirnya yang berwarna jambon serta tahi lalat kecil yang terpasang di samping bibirnya membuat ia semakin manis di lihat oleh banyak orang. Bahkan dagu dan rambutnya tercipta dengan sangat baik. Wajar jika semua orang tersihir oleh ketampanan dari seorang Steve bak pangeran kuda putih yang di utus dari surga. Apalagi ia anak tunggal dari seorang konglomerat, pantas saja semua tergila-gila kepadanya. Tapi bukan itu yang ingin ku bahas, ya! Wajahnya memang tampan. Tetapi hatiku sama sekali tidak pernah mencair ketika melihatnya. Wajah elok nya tak bisa mengalihkan tujuanku untuk membunuhnya. Aku wanita dingin, tak pernah merasakan jatuh cinta kepada siapapun. Aku bukan manusia yang mudah di luluhkan dengan fisik. Aku manusia anti sosial yang tidak berperi kemanusiaan. Kau boleh memanggilku psikopat jika kau mau. “ aku sudah tidak sabar “ gerutu hati kecilku saat aku ingin mencoba membunuhnya. Tidak ada seorang pun di sekitarku, saat nya aku menyusun rencana. Aku menghancurkan pisau hingga pisau itu hancur berkeping-keping. Ku masukkan benih-benih kepingan pisau itu ke dalam bubble tea original yang dipesan Steve. Racun saja tidak cukup untuk membunuhnya. Aku butuh sesuatu yang lebih parah seperti aku ingin tenggorokannya teriris oleh kepingan pisau ini. Bibirku mulai miring ke kanan tanda ku sangat tak sabar melihatnya berdarah. Aku mengantarkan minuman ini kepadanya, sembari aku menyorotkan mataku ke arah matanya. “ terima kasih “ ucapnya kepadaku. Aku tidak menjawab, dan aku mengacuhkannya. Aku memantaunya dari kejauhan untuk memastikan bahwa itu akan benar-benar diminumnya. Steve terus saja menatapku seperti biasanya. Bibirnya mulai mengukirkan senyuman. Tapi aku sama sekali tak tertarik untuk membalas senyumannya. Tangannya mulai tergerak untuk meminum bubble tea tersebut. Sambil menyorotiku ia mulai mendekatkan gelas bubble tea ke arah bibirnya. Di detik-detik terakhir, Sialan! Seseorang datang secara tiba-tiba dan memanggilnya. Entah siapa orang yang datang itu. Sepertinya ia adalah seorang sopir . Tapi benar-bebar menganggu. “ berengsek “ Tidak ada yang ingin ku katakan, selain aku mengumpat karena gagal. Baru kali ini aku gagal menjalankan rencana. Tapi ngomong-ngomong, ini sudah masuk jam 05.00 sore. Saat nya aku pulang ke rumah. Aku harus segera bergegas pulang. “ hei teman-teman, kau tak melihat pisau yang ku taruh di sini? “ tanya pelayan lain. maaf, pisaunya telah ku gunakan untuk membunuh seseorang tapi gagal. *** Steve keluar dari Kedai bubble tea deengan lari terbirit-b***t. Sang sopir memanggilnya seolah-olah sedang terjadi sesuatu. “ ada apa pak? “ tanya Steve pada sang sopir yang sudah terlihat Khawatir. “ tuan, Nyonya Zoe mendadak pingsan. Aku mengetahui kabar ini dari pembantu di rumah “ Jawab sang sopir membungkukkan badan. “ apa? Ibu? “ sahut Steve terkaget. Mobil Steve pun akhirnya melaju dengan cepat. Muka sumringah nya hilang di ganti dengan kekhawatiran yang melanda. Bagaimana tidak? sesuatu sudah terjadi pada ibunya. “ halo ayah, ibuu pingsan “ Ucap Steve pada ayahnya melalui telepon. Berselang waktu lama, Steve akhirnya sampai di depan rumah. Ia lari dengan cepat ke dalam rumahnya. Ibunya tengah di baringkan di atas ranjangnya. Steve terlihat sangat khawatir, ia menggeam tangan ibu nya yang belum juga siuman. Tetapi ada sesuatu yang janggal kemanakah ayahnya yang sudah di berikannya kabar? Mengapa belum kunjung datang? hingga tak terasa bu.Zoe akhirnya siuman. Steve dengan sigap memanggil dokter pribadi untuk mengecek kondisi ibunya. “ Untunglah, ibu mu tidak apa-apa. Ia hanya pingsan karena kepalanya yang terasa berat. Dia terlalu pusing, dan tolong kurangi Stress pada diri anda “ ujar sang dokter Steve merasa lega mendengar kondisi ibunya yang masih baik-baik saja, Akhirnya ia menyuruh ibunya yang pucat pasi untuk istirahat. Satu jam Steve menemani ibunya beristirahat di kamar, kemudian Zacklee datang namun Steve menghadangnya yang hendak masuk ke kamarnya. “ sesibuk itukah ayah hingga tak ada waktu sedetik pun untuk mengkhawatirkan ibu? “ Tanya Steve marah. “ aku punya... “ Kata Zacklee. “ banyak pekerjaan di kantor, mengapa? Kau akan mengatakan kau punya banyak pekerjaan di kantor kan? “ Ujar Steve memotong pembicaraan ayahnya. “ jika ayah tidak bekerja kau akan makan apa? “ Jawab Zacklee lebih marah. Tak terasa air mata Steve jatuh membasahi pipinya. “ mengapa? Kau takut kau tak sarapan sehari saja? apa yang ayah lakukan sehingga ibu mengalami stress? “ “ mengapa kau sangat sibuk? Kapan kau akan memikirkan kami? “ Lanjut Steve. “ kau anak kecil, kkau tak tahu apa-apa “ Jawab Zacklee singkat. “ ya! Sudahlah! Aku benci berdebat dengan ayah “ Sahut Steve kecewa. Steve kemudian meninggalkan ayahnya yang tampak tak mengerti keadannya. Ia masuk ke kamarnya dengan keadaan kecewa. Ia membuang jaketnya dengan keras dan duduk seraya memangku kedua tangannya. *** Aku masuk ke rumahku dengan sopan tanpa membanting pintu seperti biasanya. Louis tengah duduk di sofa sembari menonton tayangan televisi. “ kau pulang? “ Tanya Louis kepadaku. Aku mengangguk dan menempatkan diriku di sampingnya. Aku juga memberikan selembar kertas berisi kartu nama. “ apa ini? “ tanya lagi Louis. “ besok kau datanglah ke kantor Zacklee lalu kau berpura-pura lah menjadi adik Mihaw. Karena Mihaw sudah menjadi orang yang di percayainya sekarang saatnya kau untuk menjadi orang kepercayaannya “ jawabku. “ lalu? “ tanya lagi louis. “ Kau harus melaporkan kepadaku mengenai gerak-gerik Zacklee. Paham? “ Ujarku. Louis mengangguk tanda mengerti. Seperti biasa ia selalu membuatkanku kopi seusai ku bekerja untuk melepas penatku. Aku menyeruput kopi itu sembari ku ceritakan mengenai Steve kepada Louis. “ tahukah kau, bahwa putra Zacklee mendekatiku “ Kataku pelan. Louis yang tengah meneguk kopinya kemudian menyemburkan kopi itu hingga membasahi dadanya. “ kenapa? Terkejut? “ Lanjutku. “ tidak, ini panas “ Jawab Louis. “ tadi aku mencoba membunuhnya “ Sahut ku seraya meneguk kopi. Louis kembali menyemburkan kopi nya kembali, dan kali ini mengenai wajahku. “ kali ini aku benar-benar terkejut “ jawabnya tanpa merasa berdoa karena telah menyemburkan kopi ke arah wajahku. Aku mengusap semburan kopi di wajahku dengan tangan. “ ya tapi aku gagal. Kali ini berhenti menyembur “ kataku kesal. “ ternyata kau bodoh Irene “ ucap Louis. Aku membulat mendengar perkataan Louis “ mengapa kau tidak berpikir panjang? Aku saja belum bisa menjadi orang kepercayaan Zacklee. Dan kau mulai ingin membunuh anaknya. Bagaimana jika Zacklee menyeretmu ke penjara?. Seharusnya kita mengerjakan semua ini dengan rapi. Yaaa meskipun ini sangat lama tapi setidaknya hasilnya pasti “ oceh Louis panjang lebar. Aku mengangguk-ngangguk mendengar perkataan adikku. Yaa jelas saja aku salah, memang yang di katakan olehnya itu semuanya benar. Beruntunglah aku tidak berhasil membunuhnya. “ kau pintar juga “ Puji aku pada Louis. “ ya aku tau “ jawab Louis menyombongkan diri. *** Hari yang gelap kini telah kembali terang. Sang penerang kala pagi telah datang, semuanya kembali menyambutnya. Termasuk Irene dan louis yang sudah tak sabar untuk memulai awal hari yang baik. “ apa aku harus berpakaian seperti orang-orang kantoran? “ tanya Louis pada Irene. “ tidak, teruslah seperti itu “ ucap Irene sembari membaca koran dengan santai. Ciri khas Louis adalah memakai Kaos hitam dan celana jeans berwarna hitam. Dia adalah pria sederhana, aksesorisnya hanya memakai kalung benang hitam dan Cincin perak yang di gunakan pada jari telunjuknya. Ia terus menatap pada cermin, lumayan tidak percaya diri. Tapi tak apa! Louis cukup nyaman. “ jangan lupa pesanku “ Kata Irene sebelum Louis berangkat. Louis mengangguk dan meninggalkan kakaknya untuk pergi ke kantor Zacklee. Sesampainya di sana Louis cukup kagum akan kantor perusahaan milik Zacklee, Sangat besar dan tinggi menjulang. Bangunannya juga cukup mewah dan Elegan, andai ayahnya mmasih hidup, yaa mungkin seperti inilah gambaran kantor ayah. “ aku ingin bertemu dengan Zacklee, “ Ujar Louis pada si resepsionis. Resepsionis itu menatap Louis dengan tajam “ maksudnya pak Zacklee “ Lanjut Louis. “ apakah anda telah membuat janji? “ Tanya si resepsionis. “ tidak, tapi katakan saja. Aku ingin membahas masalah Mihaw “ Jawab Louis. “ baiklah “ Kata resepsionis tersebut. Setidaknya Louis menunggu beberapa menit untuk bertemu Zacklee, Ia menunggu di depan ruangannya. Dan akhirnya seseorang menyuruhnya untuk masuk. Ia melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam dan duduk di depan Zacklee. Masih saja sangat emosi, meskipun kejadiannya sudah lama terjadi. Jujur!dalam lubuk hari terdalamnya ia masih menyimpan banyak amarah. “ apakah benar kau pernah bekerja sama dengan Mihaw? “ Tanya Louis dengan sinis. Zacklee menekuk kakinya dan ia menatap Louis seperti seseorang penasaran. “ ya “ jawab Zacklee singkat. Louis memberikan kartu nama yang di berikan oleh Irene kepada Louis. “ lihatlah itu baik-baik “ “ perkenalkan aku Louis, saudara Mihaw. “ Lanjut Louis sok akrab. Ia mulai menjabatkan tangannya kepada Zacklee, Zacklee pun membalas jabat tangan Louis walau masih ragu-ragu. Dan Zacklee kembali menatap louis sembari mengangkat alis kanannya. “ babi ini, mengapa terus menatapku? “ umpat Louis dalam hatinya. Namun, Louis masih saja sok cool meskipun ia sedikit kaku karena takut Zacklee tak percaya akan perkataannya. “ apakah Mihaw mempunyai saudara? “ Tanya Zacklee penasaran. “ ya, aku adiknya. Aku baru kehilangan kakakku. Namun aku mengetahui bahwa kakakku bekerja sama denganmu untuk membalas dendam pada musuhnya. Bukankah kau orang yang sering kakakku hubungi akhir-akhir ini? “ Jawab Louis agar Zacklee lebih percaya meski ia harus berbicara omong kosong. Zacklee masih tidak percaya soal hal ini. Ia terus menyoroti mata Louis untuk membaca isi otaknya. “ ya, aku Zacklee “ jawab Zacklee. “ tapi mengapa aku merasa aneh kepadamu “ Lanjutnya Louis mulai panik, tetapi ia masih berusaha untuk tetap tenang. “ mengapa? “ Tanya Louis santai. “ Karena Mihaw tidak pernah memberi tahuku jika ia memiliki saudara “ Jawab Zacklee. “ dasar b*****h ini, mengapa sulit hanya untuk memercayaiku? “ Gerutu Louis. “ aku datang kesini tidak untuk membuatmu percaya padaku. Aku kesini hanya ingin melaksanakan apa yang kakakku perintah “ Kata Louis. Zacklee lagi-lagi menatap Louis dengan tajam “ ini foto orang yang berusaha mencelakai anakmu, dan kebakaran gudang itu bukam kebakaran yang tidak di sengaja. Kakakku melihat keponakan dari Lay, dia bilang..dia akan menghancurkanmu “ Imbuh Louis. “ keponaakan nya? “ Tanya Zacklee meminta kepastian “ aku juga tak peduli jika kau celaka, yang pasti aku juga ingin mencarinya. “ Ucap Louis semakin membuat Zacklee percaya. Louis bangun dari tempat duduknya, ia berniat untuk pura-pura pergi agar Zacklee mencegahnya lagi. Dan lihatlah! “ tunggu, apa yang bisa ku percayai bahwa kau benar-benar saudara Mihaw? “ Ujar Zacklee memberi pertanyaan lagi. Louis terdiam, dalam hati kecilnya ia tertawa. Karena Zacklee lebih mudah di kelabui di luar dugaannya. “ hmm awal untukmu hancur, Zacklee “ Gumam Louis dalam hatinya sembari tersenyum.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN