Rewrite—Never Regret

1848 Kata

Ara mengerjapkan matanya. Dia menoleh ke kanan, mendapati Marcela yang masih tertidur pulas. Matanya menatap jam dinding yang menunjukkan pukul 2 pagi. Ara harus sekali. Dia turun dari tempat tidur dan berjalan keluar kamar. Langkahnya terhenti ketika hendak melewati ruang tengah. Dia melihat Arden dan Feri yang sudah tertidur pulas, namun tidak menemukan suaminya-Gama. Wanita itu melanjutkan langkahnya menuju meja makan, lalu menuangkan segelas air dan meneguknya hingga habis. "Ara?" Sebuah panggilan membuatnya menoleh. "Kamu, kok, bangun?" Gama berjalan menghampiri istrinya, merapikan rambut Ara yang menutupi matanya. Kemudian menatap wajah polos tanpa riasan itu. "Kamu lapar?" Ara menggelengkan kepalanya. "Hanya ... haus." "Mau aku buatin teh hangat? Atau cokelat panas?" Ara ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN