Feri ikut meneteskan air mata melihat Ara dan Gama saling berpelukan. Sebuah tepukan di pipinya, membuat Feri sontak kaget dan marah, tentu saja pada Marcela si pelaku. "Udah gue bilang tunggu di luar! Lo malah ngintip di sini," omel Marcela. "Ya, gue penasaran. Namanya juga manusia." "Enggak! Lo bukan manusia! Lo kukang!" Arden ikut menghampiri keduanya. "Lo denger mereka ngomong apa, Fer? Seberat itu, ya, masalah mereka?" Feri menghapus air matanya dengan punggung tangan, kemudian menggelengkan kepala. "Gue enggak denger apa-apa," katanya. Kini Arden ikut memukul pipi Feri yang membuat pipi kanannya semakin memerah. "Terus kenapa lo nangis?" tanya Arden dengan wajah penuh emosi. "Ya, gue nangis karena gue enggak denger mereka ngomong apa!" Plak! Sekali lagi, Feri mendapat pukulan

