Rewrite—Tears

1896 Kata

Feri, Gama, dan Arden sedang menikmati makan malam mereka. Sedangkan Marcela sudah selesai dari beberapa menit lalu. Marcela memutuskan untuk naik ke lantai atas dimana kamar Ara berada. Dia membuka pintu kamar secara perlahan agar tidak membangunkan Ara. Namun, dia agak kaget ketika mendapati Ara duduk dengan lutut menekuk sambil menatap ke luar balkon. Marcela berjalan mendekati tempat tidur, kemudian duduk di tepi kasur sambil menatap sahabatnya itu. Marcela meraih tangan Ara. Ara terlihat sangat kurus. Tangannya dingin, mungkin karena angin malam masuk lewat jendela yang tidak tertutup. "Ara," panggil Marcela dengan suara rendah. Yang dipanggil tidak menyahut, persis seperti yang Gama ceritakan. "Ra, ini gue Marcela-sahabat lo. Lo tahu apa arti sahabat? Apapun yang lo rasakan, sep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN