Andi membantu Ara merapikan pakaian yang sudah selesai dijahit dalm jumlah banyak. Model-model terbaru yang Ara desain beberapa bulan lalu kahirnya telah selesai dibuat. Ia memasang beberapa di patung dekat kaca. Andi membantu beberapa karyawan Ara di belakang. Ara menghela napas pelan, lalu menyeka keringat di dahinya. Meskipun di dalam tokonya ada AC, tapi bekerja seperti itu saja masih bisa membuat Ara mengeluarkan keringat. Gadis itu berjalan ke arah kulkas untuk mengambil sekotak jus jeruk, kemudian menuangkannya ke gelas lalu meneguknya. Ia menatap Andi yang tengah bercanda dengan beberapa karyawannya. Pria itu menyadari jika Ara tengah menatapnya sejak tadi. Andi langsung berjalan menghampiri Ara. “Senang, ya, lihatin gue?” tanyanya. “Biasa aja, sih.” Andi mengambil gelas yang ad

