Mbak karyawan itu menarik lengan Ara dan Gama menuju tempat lingerie. Gama terus berusaha mengalihkan pandangannya ke arah lain, sedangkan Ara hanya bisa tersenyum kikuk. “Ini model barunya, Mbak. Ada rendanya dibagian d**a. Terus, bahan tilenya yang premium jadi enggak gampang robek.” “Ya-yaudah yang itu aja, Mbak. Yang enggak gampang robek,” kata Ara cepat. Ia ingin segera pergi dari tempat itu. “Masnya mainnya kasar, ya, Mbak? Sampai lingerinya cepat robek?” goda Mbaknya. Ara hanya terkekeh pelan. Harusnya ia tidak mengatakan itu tadi. “Ini mau warna apa, Mbak? Coba ditanya Masnya suka warna apa? Kan, nanti Masnya yang mau lihat.” Gama berdeham pelan. Ia melirik beberapa lingerie yang ditunjukkan, kemudian setelah beberapa detik melihat, ia kembali mengalihkan pandangannya. “Y-yan

