Pesawat yang ditumpangi Ara dan Gama mendarat di Bandara Inernasional Pearson Toronto. Cuaca di Kanada sangatlah cerah, membuat Ara mengembangkan senyum puasnya. Wanita itu menarik kopernya dengan antusias lalu berjalan mendahului Gama yang hanya bisa terkekeh melihat sebegitu senang istrinya. Kanada … negara yang selama delapan tahun Gama tinggali, meninggalkan Ara dan hanya membawa cinta di dalam hatinya. Namun kini, dia berhasil. Dia berhasil membawa Ara dan juga cintanya. Sebuah mobil sudah terparkir tak jauh dari mereka. Ya, itu adalah mobil yang dikirimkan Marcelo—sekretaris Gama. “Good Afternoon, Mr. Verladi,” sapa seorang pria yang berdiri di depan mobil itu. Gama menjawabnya dengan sebuah senyuman hangat. “Apa Marcelo yang mengirimu?” “Benar, Tuan. Saya diutus Tuan Marcelo

