Hening. Sejenak suasana di dalam ruangan begitu sunyi. Eleanor hanya menundukkan kepala sembari duduk di sofa. Sedangkan Olaf berdiri di hadapannya. Darren sudah pergi sejak beberapa menit yang lalu bersama Bibi Sheena. Bibi Sheena mengajak Darren keluar agar Olaf dan Eleanor bisa bicara dengan bebas. "Jelaskan padaku," ucap Olaf. Suaranya terdengar seperti sedang menahan emosi yang bergejolak di dalam dirinya seperti api yang sedang membakar kayu yang kering. "Bagaimana bisa kau mengatakan anak itu adalah putramu? Dia tidak terlihat mirip sepertimu ataupun denganku," sambung Olaf. "Aku sudah mengatakan sebelumnya padamu, Olaf. Aku amnesia dan tidak mengingat apapun," jawab Eleanor. Olaf mendesah kasar. Jawaban Eleanor semakin membuatnya marah. Itu bukan penjelasan yang diinginkan Ol

