“Dam, entar Lo drop gue di apartemen Dewa saja,” ujar Narendra kepada Asistennya yang baru saja membuka pintu mobil setelah memasukkan semua koper miliknya. Mobil yang ia bawa kini terparkir di bandara Soekarno Hatta. Saat Dewa meneleponnya tadi, dia bahkan baru keluar dari terminal kedatangan setelah pulang dari syuting iklan di Labuan Bajo. “Bukannya kata Abang tadi balik?” tanya Idam bingung dengan bahasa betawi yang kental. Narendra menghela napas, mendengar ucapan bernada ancaman yang diperuntukkan untuknya tadi, membuatnya mau tak mau pergi ke tempat tinggal sahabatnya itu. Kirana -kekasih hati sahabatnya itu pasti sudah mengetahui bahwa dia memang berminat mendekati Nara. “Anter saja. Terus lo pulang, entar gue gampang deh..” “Beneran ini?! Aku bawa mobil kan?” tanyanya dengan

