Keputusan Naura

1670 Kata

"Alhamdulillah, kamu nggak apa-apa 'kan, Sayang?" Rama bersyukur istrinya tidak sampai pingsan. Rasa lelah yang teramat sangat, membuat tubuh Naura lemas dan hanya diam, seperti waktu itu. Rama panik dan marah pada dirinya sendiri. Dia hanya menangis dan menangis sambil memeluk erat tubuh istri tercintanya. "Mas ... aku ingin minum ...." ujar Naura dengan suara yang lemah. "Sebentar ...." Rama merebahkan tubuh Naura dengan perlahan. Dia segera mengambil segelas air putih yang ada di atas meja. Naura pun meminumnya sampai tak bersisa. "Kenapa kamu menangis, Mas?" tanya Naura pada Rama yang matanya basah karena air mata. "Aku takut kamu pingsan, Sayang ... maafkan aku ... tolong maafkan aku ...." Rama kembali memeluk tubuh Naura yang sudah ditutupi selimut. "Aku nggak apa-apa, kok. Ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN