4 tahun yang lalu.
Clara baru saja sampai di depan rumah milik keluarga nya. Dia baru sampai setelah pulang sekolah, dan berdiri di depan pintu megah rumah itu memandang dalam kedepan.
Clara menghela nafas nya dengan kasar karena merasa lelah, lagi-lagi hanya kesunyian yang menyambut nya ketika pulang, dan bukan hal ini yang Clara ingin kan. Dia merasa seperti tidak memiliki manfaat untuk pulang karena tidak ada yang peduli pada nya sekalipun itu tentang keadaan nya.
"Clara...." Saat ingin mendorong pintu di hadapannya Clara di kejutkan dengan suara yang memanggil nya dari belakang. Dan ternyata yang memanggilnya itu adalah guru disekolah nya yaitu William atau yang di kenal dengan Mr. Willy di sekolah.
"Mr?" Sapa Clara kaget saat mengetahui kalau pria itu lah yang mendatangi nya.
"Kau sendirian dirumah?" Tanya Liam tanpa memperdulikan sapaan balik dari Clara sambil melihat kebelakang gadis itu untuk melihat keadaan rumah yang terlihat sepi. Sudah beberapa kali Liam melihat murid sekaligus tetangga nya ini berada di rumah seorang diri. Bukan beberapa kali, karena hampir setiap hari dia melihat itu keadaan sepi rumah yang berada tepat di depan rumahnya sendiri.
"Emh ya... Papa seperti nya nggak pulang" kata Clara sambil berjalan menuju gerbang untuk menghampiri Liam yang berada di baliknya.
"Saya tadi beli bakso di depan komplek, ada dua. Kamu mau temenin saya makan? Kita makan dirumah saya aja kalau kamu mau" Clara yang tidak enak untuk menolak pun mengiyakan ajakan dari Liam, lagi pula di rumah nya tidak ada orang yang akan melarang nya jadi sepertinya tidak masalah dia berkunjung ke tempat tetangga sekaligus guru nya itu.
Ya itu adalah awal mula kedekatan kedua nya, di mulai dari ajakan makan bersama di lanjutkan dengan berbincang dan bercerita tentang masalah yang sedang di hadapi membuat kedua nya semakin dekat layak nya sepasang kekasih yang tidak bisa di pisah kan. Tapi di tegaskan sekali lagi, hubungan mereka tidak lebih dari seorang guru dan murid jika di sekolah dan juga tetangga jika di rumah, padahal jika melihat apa yang mereka lakukan mereka bisa dikatakan memiliki hubungan lebih. Seperti yang satu ini.
Clara dan juga Liam sedang asik menonton sebuah film di rumah milik Liam setelah sebelum nya Liam mengajarkan ke Clara beberapa pelajaran Bhs. Inggris. Ya untuk kesekian kali nya Clara berkunjung ke tempat Liam tentu saja dengan undangan Liam, dan kembali lagi Clara tidak masalah dengan hal itu karena dengan dia datang ke rumah Liam karena tidak mungkin ada yang melarang atau mencegah nya, ditambah juga ayah nya sudah tidak pernah pulang lagi kerumah mereka dan Clara sendiri tidak tau dimana keberadaan ayah maupun ibunya saat ini.
"Kamu benar-benar yakin mau menonton film ini?" Tanya Liam meyakinkan, walaupun sebenarnya pertanyaan itu telat karena mereka bahkan sudah menonton ¼ bagian dan film yang mereka tonton bukanlah film sembarangan makanya untuk kesekian kali nya si pria memutuskan untuk memastikan kembali.
"Oh ayolah kak, umur aku itu udah 19 tahun" kata Clara yang sebal dengan pertanyaan yang di lontarkan Liam kali ini, padahal dirinya sedang serius menonton film yang sedang di tayangkan dihadapan mereka.
Liam yang meminta sendiri ke Clara untuk berhenti memanggil pak jika di luar jam sekolah atau di luar lingkungan sekolah karena Liam tidak mau hubungan keduanya jadi canggung jika mengingat staus Liam.
"Yakkk... Umur mu itu belum legal untuk menonton ini sebenarnya" kata Liam dengan nada yang kesal dengan Clara karena gadis di sebelah nya ini terus saja meminta untuk menonton bersama film ini.
Oh ayolah Liam adalah pria dewasa yang statusnya Jomblo dan dia menonton film dengan rating dewasa bersama dengan seorang gadis yang usia nya terpaut 10 tahun dibawah nya ini. Benar benar menguji Iman nya yang memang sudah lemah
's**t' umpat Liam dalam hati, bagaimana bisa Clara mendapatkan film ini dan dengan polosnya mengajak seorang pria dewasa sepertinya untuk menonton itu bersama, benar benar mencari masalah.
"Lagi pula bagaimana anak kecil seperti mu bisa mendapatkan film ini?" Tanya Liam lagi penasaran tentang asal muasal film yang di bawa muridnya ini.
"Nara yang ngasih, dia bilang film nya bagus yaudah aku mau coba nonton" kata Clara dengan polosnya tanpa tau apa akibat dari menonton film ini bersama dengan pria dewasa.
Baiklah, ternyata otak polos Clara mulai teracuni oleh Sang sahabat yaitu Nara. Willy jelas kenal dengan gadis yang menjadi sahabat dari Clara itu, karena jika di sekolah keduanya selalu bersama kemanapun dan mungkin kalau ingin mencari salah satu nya mudah hanya dengan menghubungi salah satu.
Tidak ada percakapan lagi diantara kedua nya, di awal film itu memang lah masih terlihat biasa saja. Tapi lama kelamaan adegan dewasa muncul satu persatu.
Bisa dilihat oleh Liam jika Clara mulai duduk dengan gelisah, jelas saja itu terjadi karena adegan di TV sudah menunjukan bagaimana intim nya kedua pemeran utama berbagi kenikmatan. Tatapan Clara sama sekali tidak teralihkan dari tv itu.
Jika kalian pikir hanya Clara saja yang bereaksi, kalian salah. Nyata nya kini Liam sudah mengambil sebuah bantalan sofa dan meletakan itu di pangkuan nya untuk menutupi sesuatu yang mulai menegang.
Adegan demi adegan kedua nya tonton dengan serius, sampai akhirnya si pria dewasa disana tidak bisa menahan dirinya lagi, gairah yang menggebu dari film yang mereka tonton di tambah dirinya kini sedang bersama seorang gadis remaja yang memiliki tubuh cukup menggoda di usia nya yang masih muda.
.
semua hal terjadi begitu saja diantara keduanya, Clara yang memang dasarnya masih sangat polos diusia nya yang masih muda tidak mengerti apapun yang dilakukan oleh liam pada dirinya hanya mengikuti itu dan menikmati nya dengan suka rela.
Sedangkan Liam sendiri sadar dengan apa yang dilakakukan kepada Clara yang merupakan murid nya sendiri di sekolah, tapi kali ini dia sudah dikuasai oleh nafsu yang sangat membara.
"I want more of this, damn I can't take it anymore" geram Liam yang membuat Clara semakin panas, karena menurut Clara, Liam dan kemampuan bahasa Inggris nya adalah sesuatu yang menggairahkan saat ini. Tidak, bukan hanya saat ini tapi setiap saat ketika pria itu berbicara menggunakan bahasa Inggris.
Mungkin nanti kedua nya akan menyesali apa yang sudah terjadi pada mereka ketika sadar apa yang sudah dilakukan, tapi itu akan terjadi jika keduanya waras. Tapi jika yang terjadi adalah kebalikannya maka tidak akan ada yang menyadari jika apa yang mereka lakukan adalah kesalahan.
Kini, senja yang menjadi saksi bisu apa yang sedang dua manusia berbeda gender itu lakukan, perbuatan dosa yang menenggelamkan keduanya pada kenikmatan yang dimasa depan pasti akan menimbulkan masalah. Prebedaan status dan usia kini tidak di pedulikan oleh mereka berdua.
TBC