Dekat

1162 Kata
"kak...." Lirih Clara pelan, dirinya terbawa arus Liam mengenang masa lalu hingga panggilan masa lalu itu keluar. "Yah... Seperti itu Cla aku sangat suka mendengar nya" gumam Liam yang masih menciumi leher Clara intens. "Kak, ini salah" kata Clara yang kesadaran nya mulai kembali lagi. Demi apapun Clara sangat malu karena sempat terbuai dengan apa yang dilakukan Liam tadi. "No... Ini tidak salah. Kita sudah pernah melakukannya dan bukan kesalahan jika kita melakukan nya lagi sekarang" racau Liam yang seperti nya sudah terpancing gairah. "Tapi-" "Tuan..." Ilham membuka begitu saja pintu ruangan rapat itu tanpa mengetuk, dan membuat kedua orang yang sedang dalam posisi intim itu kaget. Clara akhirnya bisa mendorong Liam yang lengah dan menjauh, mengambil barang di atas meja dan berjalan pergi dari sana melewati Ilham yang berada di bagian luar ruangan karena kaget dengan apa yang dia lihat barusan. "Ada apa?" Tanya Liam datar setelah bisa mengendalikan dirinya. "Tuan muda Juna mencari anda" dan tanpa menjawab Liam langsung keluar dari ruangan rapat dan berjalan menuju ruangan nya diikuti Ilham dari belakang. Saat sampai di depan ruangan nya, Liam tidak melihat Clara ada meja nya. Sepertinya gadis itu pergi entah kemana setelah menaruh barang nya tadi. Liam langsung saja masuk keruangan nya dan melihat jika Juna sedang nyaman di kursi khusus dengan sebuah tab di tangan nya. "Da... Da.... Nih" kata Juna sambil menunjukan apa yang sedang anak kecil itu tonton di tab nya. "Juna mau makan sushi?" Tanya Liam paham karena Juna menunjukan video anak kecil yang sedang makan sushi. Anggukan Juna dengan tatapan penuh harap menjawab pertanyaan Liam. Melihat itu Liam pun tersenyum "Juna belum boleh makan makanan itu, bagaimana jika kita makan ikan bakar kesukaan Juna?" Tanya Liam sambil memberikan Juna pengertian. Jelas Liam tidak akan memberikan Juna sushi karena usia yang masih 3 tahun, tidak bagus jika makan makanan mentah. Mendengar kata ikan bakar mata Juna menjadi senang bukan kepalang. "Mauuuu....." Kata Juna dengan senang sambil mengulurkan tangan sebagai tanda jika dia ingin di gendong oleh Liam. Liam langsung menggendong Juna dan membawa nya keluar, ini juga sudah jam makan siang jadi tidak masalah jika mereka makan di luar. Dan saat di depan ruangan ternyata Clara sudah ada di meja nya lagi, sepertinya wanita itu habis dari kamar mandi membasuh wajah. Karena sekarang wajah Clara terlihat lebih segar. "Ilham, kamu disini gantikan Clara sebentar. Dan kamu Clara ikut saya makan siang dengan Juna" kata Liam dengan tegas tanpa mau dibantah. "Maaf tuan saya sudah membawa makan siang sendiri" kata Clara lagi sambil menunjukan kotak bekal nya. "Ante... Mam" kata Juna dengan tatapan memelas berharap Clara mau ikut dengan nya dan sang Daddy untuk makan ikan bakar kesukaan nya. "Kamu kasih bekal kamu ke Ilham biar dia yang makan. Kamu ikut saya tanpa bantahan" kata Liam lagi lebih tegas dengan nada yang memang tidak mau dibantah lalu berjalan menuju lift yang artinya Clara sudah tidak bisa menolak lagi. Dan dengan lesu bercampur gugup Clara mengikuti langkah dari Liam yang cukup besar itu. Dan sebelum lift tertutup Clara sudah ada di dalam nya tepat disamping Liam yang menggendong Juna. . . . Ketiga nya sudah sampai di salah satu restoran yang menyediakan ikan bakar. Dan restoran ini sudah menjadi langganan Liam kalau membawa Juna untuk makan ikan bakar. Kali ini, gendongan Juna sudah pindah ke Clara sejak memasuki mobil tadi. Dan Juna sangat anteng di gendongan Clara. Liam baru duduk kembali setelah memesankan mereka makanan, dia tersenyum saat melihat Juna yang anteng duduk di pangkuan Clara dan memainkan selembar tisu yang sepertinya di berikan oleh Clara. "Udah berapa lama kamu di Bali?" Tanya Liam tiba-tiba dan membuat perhatian Clara yang awalnya tertuju kepada Juna menjadi tertuju kepada Liam. "4 tahun dari lulus aku langsung ke Bali" kata Clara. Clara sendiri akhirnya memutuskan untuk mencoba bersikap biasa saja kepada Liam. Terlepas dari apa yang mereka lakukan di masa lalu, Clara masih ingat dimana Liam menganggap jika perasaan tulus nya hanyalah cinta monyet semata. Dan ya Clara hanya perlu menutupi perasaan itu dari Liam. Dan tidak sulit untuk kembali akrab dengan Liam karena tidak ada unsur menyakiti dimasa lalu. Hanya saja Clara tersakiti dengan pemikiran dan perasaan nya sendiri. "Kau semakin cantik" kata Liam pelan yang sejak tadi menatap kearah Clara. Oh ayolah, Clara merasa kali ini Liam sudah berubah dari 4 tahun yang lalu. Jika 4 tahun yang lalu Liam sosok yang cuek tapi perhatian kali ini Liam menjadi sosok perayu ulung. "Cih" decih Clara meremehkan, sangat basi menurut nya jika seorang pria memuji wanita apa lagi wanita itu adalah dirinya. "Kenapa? Aku serius" kata Liam tidak terima dengan balasan Clara yang seperti meremehkan nya. "Tuan William Pramudya yang terhormat. Aku sadar jika aku cantik, tapi sangat tidak menyenangkan mendengar hal itu dari seorang pria yang sudah beristri apa lagi sudah memiliki anak" kata Clara tajam. Dia tidak akan terbuai dengan rayuan dari buaya jenis Liam ini . Dia masih sadar jika yang merayunya adalah pria dengan status suami orang. Liam yang mendengar hal itu menyeringai ke arah Clara. Sepertinya bermain main dengan Clara sangat menyenangkan. "Kau sangat galak Cla" kata Liam sambil menggenggam tangan Clara.  "Aku tidak suka itu!! Aku lebih menyukai dirimu yang penurut kepadaku seperti dulu" baiklah kali ini nafas Clara kembali tercekat karena nada dominan Liam keluar lagi. Tatapan tajam Liam yang menandakan jika dia keberatan dengan sikap Clara. Tatapan tajam itu yang menyeramkan, tapi selalu membuat Clara terbuai kedalam nya. "Apa kau ingat jika-" perkataan Liam Ter intrupsi lagi, kali ini oleh pelayan yang mengantarkan makanan pesanan mereka dan hal itu lagi lagi dimanfaatkan Clara untuk menarik tangan nya. Clara langsung membenarkan posisi duduk Juna yang ada dipangkuan nya. Sial!! Lagi lagi dia terbuai dengan Liam bahkan sampai lupa jika ada anak kecil di pangkuan nya. "Kemarikan Juna, biar aku yang menggendongnya dan tolong bantu untuk suapi Juna" kata Liam berdiri sedikit dan membawa Juna kedalam gendongan nya. Clara sendiri menurut saja, karena ini bukan pertama kali dia menyuapi Juna, saat bersama dengan Kei dia juga sering menyuapi Juna dan mengajak anak itu bermain. Ah iya ngomong ngomong tentang Kei, pagi tadi Clara dikirimi pesan oleh Kei jika pria itu sudah melakukan perjalanan ke Paris. "Emh..." "Kakak, panggil aku seperti itu jika kita sedang bersama seperti ini" Liam mengatakan itu karena tau Clara bingung ingin memanggil Liam dengan sebutan apa. "Kak, apa Kei benar akan mengadakan pameran seni di Paris?" Baiklah mood Liam yang awalnya bagus kini anjlok seanjlok anjlok nya karena perkataan Clara. Karena secara tidak langsung Clara mengungkapkan kedekatan nya dengan Kei yang membuat nya tahu tentang Kei yang ingin mengadakan pameran seni. "Darimana kau tau?" Tanya Liam ketus, sedangkan Clara mengerutkan kening nya bingung dengan sikap pria di hadapan nya ini. Menyuapkan makanan ke mulut Juna terlebih dahulu sebelum akhirnya menjawab perkataan Liam. "Kemarin aku ketemu Kei, terus dia ngomong tentang hal itu dan pamit" kata Clara. "Mulai sekarang kalo kita lagi berdua jangan pernah bahas cowok lain. Aku nggak suka itu" kata Liam tegas. TBC vote komen nya ditunggu
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN