Melakukan (lagi)

1228 Kata
Tanpa aba aba Liam langsung membungkam bibir Clara dengan ciuman panas nya. Meskipun Liam sadar jika yang banyak bergerak adalah dirinya tidak membuat Liam menghentikan lumatan yang dilakukan Liam pada bibir manis Clara. Saat merasa nafas keduanya telah habis, Liam menghentikan ciuman itu. Dan kali ini leher Clara yang menjadi sasaran nya, di barengi oleh tangan Liam yang mulai meremas kedua bukit kembar milik Clara. "Akh... Kak..." "Sssttt pelan pelan sayang, nanti Juna bisa bangun" kata Liam saat mendengar desahan Clara cukup kencang. Pandangan Clara tertuju pada seorang anak laki-laki yang sedang tertidur nyaman di samping mereka. Sumpah demi apapun clara benar-benar hilang kendali saat merasakan ciuman liam dan remasan pria itu pada milik nya. "Kak.. Stop nanti Juna bangun" Clara mencoba menjauhkan tubuh Liam dari dirinya dengan mendorong d**a pria itu. "No, kita main pelan pelan aja sayang. Kakak bener bener nggak tahan banget" setelah mengatakan itu Liam menurunkan ciuman nya ke area d**a Clara, tangan nya dengan lihai melepaskan kancing baju tidur Clara. Dan begitu semua kancing baju itu terlepas, dengan tergesa gesa Liam langsung mengulum dengan ganas pucuk gunung kembar milik Clara. "emh akh kak... cukup emhh" mungkin di mulut Clara bisa menolak dengan apa yang dilakukan oleh Liam, tapi itu semua berbanding terbalik dengan apa yang reaksi tubuh Clara berikan. Erangan penuh kenikmatan itu di keluarkan oleh Clara sebagai bukti betapa nikmatnya yang dilakukan Liam kepada tubuh nya. Liam tidak mendengar larangan yang dilakukan oleh Clara, justru Liam makin melancarkan aksi nya dengan merambatkan tangan menuju perut rata Clara, mengelus dengan pelan dan membuat Clara terbuai dengan apa yang dilakukan tangan Liam. Clara memilih memejamkan mata, percuma menolak dengan apa yang dilakakukan oleh Liam karena tenaga nya tidak cukup kuat. Ditambah Clara mulai menikmati dan terbuai dengan apa yang dilakukan oleh Liam pada tubuh nya, apa lagi saat Clara mulai merasakan tangan kanan Liam mulai masuk kedalam celana tidur yang dipakai nya. "Benar benar basah" lirih Liam yang sudah melepaskan d**a Clara dari kulluman nya, lalu mengulum cuping sebelah kanan Clara. "Berhenti menolak, dan nikmati saja sayang. Ini akan sangat sakit kalau nggak dituntaskan" bersamaan dengan kalimat terakhirnya Liam memasukan jari nya kedalam milik Clara yang sudah asah namun masih sangat rapat. "Kamu nggak pernah lakuin lagi?" mendengar pertanyaan Liam Clara langsung membuka kedua kelopak mata nya. Gelengan yang diberikan oleh Clara menjadi sebuah jawaban bagi Liam. "Why?" tanya Liam lagi. "Mau sama siapa? pacar atau suami aja aku nggak ada" perkataan Clara membuat Liam yakin jika selama ini yang pernah menyentuh bahkan sampai berhubungan jauh hanya dirinya seorang. Memilih tidak menjawab atau mengeluarkan perkataan lagi, Liam mulai menggerakan satu jari nya yang ada di dalam milik Clara. Jari tengah Liam dengan sangat intens melakukan gerakan maju mundur, di bantu dengan ibu jari nya yang mengusap pelan bagian atas milik Clara. "Kakhh... akh akuh..a-akuh..." mengetahui Clara yang akan segera sampai puncak kenikmatan nya, Liam dengan beringas menambahkan satu jari nya lagi yang membuat ada dua jari milik Liam didalam milik Clara. "Keluarkan untuk ku sayang..." tempo yang dilakukan jari Liam semakin cepat, membuat Clara tidak lagi bisa menahan puncak itu. Tubuh Clara mengejan dan bergetar untuk beberapa saat ketika kenikmatan itu datang, Liam mulai memelankan tempo gerakan jari nya saat tau jika Clara harus menikmati pelepasan nya. Liam mengeluarkan jarinya dari milik Clara, lalu menjilati nya dengan s*****l. Clara yang melihat hal itu membuat pipinya merona merah. Dia benar Benar malu dengan apa yang dilakukan Liam, menjilati bekas pelepasan milik nya. Dan bagi Liam pemandangan Clara sungguh menggairahkan, di mana wajah yang berkeringat dan merona, baju yang terbuka menampilkan aset kembar yang tanpa penghalang, dan nafas yang tersengal karena setelah pelepasan yang cukup menguras tenaga. "Jangan kira ini sudah selesai sayang, kau lihat ini" kata Liam sambil menunjuk milik nya yang mengembung di balik celana pendek yang dipakai oleh nya. Mata Clara tertuju pada apa yang ditunjuk oleh Liam, mata nya melotot kaget karena melihat milik Liam yang terlihat mengembung cukup besar di balik celana. . . . Dengan cukup kasar Liam mendorong Clara ke arah dinding sower di kamar mandi yang ada didalam kamar milik wanita itu. Dengan ganas Liam mengecup serta menghisap perpotongan leher Clara dengan beringas, wajar nafsu Liam sudah dimbang batas. Ditambah Clara sudah tidak memakai apapun setelah di lucuti semua pakaian nya oleh Liam sebelum masuk kedalam tempat shower, dan hal yang lebih menambah nafsu Liam adalah penampilan kulit Clara yang mengkilap karena air dari shower yang memang sengaja dinyalakan. Tangan kiri Liam meremas dengan kasar d**a Clara dengan penuh nafsu sedangkan tangan kanan nya sudah berada di bagian selatan milik Clara. Memasukan jari nya satu persatu, sampai 2 jari yang masuk Liam mulai menggerakkan kembali jari nya, jika tadi cepat dan juga lembut. Kali ini berbeda, yaitu cepat dan juga kasar. "Akh akh akh, kak pe-pelan kak akh akh kak...." Racau Clara saat merasakan gerakan jemari Liam cukup kasar, tapi aneh nya Clara juga menikmati hal itu. Bisa Liam rasakan jika milik Clara yang memang masih ketat, mulai semakin ketat tanda wanita itu akan mengalami pelepasan lagi, Liam langsung mengeluarkan semua jari nya dari sana dan memberhentikan ciuman nya. Clara menatap tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Liam, pria itu mempermainkan nya. Dan membuat perutnya sakit dan kewanitaan nya ngilu karena pelepasan yang tidak jadi. "Kak?" Katakan saja Clara sebagai w************n sekarang, karena pada nyatanya dia membutuhkan pelepasan yang hanya bisa di berikan oleh Liam. "Sabar sayang" Liam berkata seperti itu sambil melepaskan celana nya dan membuang nya ke sudut ruangan, lalu dengan segera Liam mendekat lagi ke Clara. Tangan kanan Liam mengangkat kaki kiri Clara membuat kewanitaan Clara menyentuh milik Liam yang sudah menegang, jika Clara tidak salah milik Liam sekarang jauh lebih besar dari yang dulu dimana merek cukup sering berhubungan. Clara menelan ludah nya kasar karena ragu jika milik Liam bisa kembali masuk kedalam milik nya. Tangan kiri Liam memegang kejantanan nya, mengeluarkan kepala kejantanannya ke pada kewanitaan milik Clara dan membuat wanita itu mendesah. "Emhhh... Akh kak pelan pelan itu sa-kit" Liam memang sudah kepalang nafsu tidak mendengarkan apa perkataan Clara, langsung memasukan milik nya begitu saja. Meski sulit, Liam mendorong nya dengan keras yang membuat milik keduanya kini menyatu. Tentu saja di barengi dengan ringisan dan protes dari Clara yang merasa milik nya sangat sakit seperti saat mereka melakukan pertama kali. Dan hal ini di sebabkan oleh Clara yang memang tidak pernah melakukan nya lagi selama 5 tahun belakangan setelah perpisahan nya dengan Liam. "Maafkan aku, tapi sungguh ini sangat nikmat. Aku tidak bisa menahan lagi" setelah mengatakan itu, Liam langsung menggerakkan milik nya dengan cepat di dalam milik Clara. "Kak, akh akh pelan pelan kak... Ini-- ini terlalu cepat... Akh akh..." Clara yang memang awal nya sudah ingin sampai pada pelepasan langsung keluar begitu Liam mengawali gerakan kasar nya. Liam yang tau jika Clara mendapatkan pelepasan, tidak memperlambat gerakan pinggul nya, justru semakin mempercepat. Clara yang benar benar merasa lemas dan bergetar mengalungkan kedua tangan nya ke leher Liam sebagai tumpuan. Liam yang paham akan hal itu pun langsung mengangkat sebelah kaki Clara yang lain dan melingkarkan nya ke pinggul pria itu lalu menggerakkan semakin cepat pinggul nya. Sampai akhirnya Clara merasakan akan keluar kembali, yang juga dirasakan oleh Liam juga yang sudah ingin mencapai puncak nya. "Kak, a-aku..." "Bersama sayang..." "Akh...akh...akh...ahhhh" tiga hentakan terakhir dilakukan dengan sangat kuat sebelum akhirnya kedua nya sampai pada pelepasan yang sangat nikmat. Tbc
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN