Liam menatap Clara yang sedang tertidur nyenyak disamping nya dan juga Juna. Setelah kegiatan panas mereka tadi, kedua nya pun memutuskan untuk mandi bersama dan setelah itu Clara tertidur karena kelelahan.
Diusap nya pelan kening Clara sebelum akhirnya Liam mengecup kening itu, entah lah pagi tadi dirinya benar benar di luar kendali saat melihat Clara.
Tidak ada penyesalan sedikitpun dirasakan Liam tentang apa yang sudah dia lakukan kepada Clara. Liam merasa puas dengan apa yang keduanya lakukan tadi.
Dan Liam juga memutuskan untuk tidak masuk kerja hari ini bersama dengan Clara, karena rencana nya siang nanti Liam ingin mengajak Juna dan Clara untuk jalan jalan.
Dipeluk nya bersamaan Juna dan juga Clara, Liam merasa seperti mempunyai keluarga yang utuh sekarang. Benar benar membuat bahagia.
.
Clara terbangun dari tidur nya, dan saat membuka mata nya dia hanya seorang diri diatas kasur. Tidak lagi ada anak kecil tampan atau ayah nya yang tidak kalah tampan.
Clara berusaha mendudukkan dirinya dan bersandar di headboard kasur dengan susah payah, tubuh nya kali ini benar benar pegal.
Teringat dengan apa yang telah dirinya lakukan dengan bos nya sendiri membuat pipi Clara tiba tiba memerah, dia benar benar malu dengan apa yang di lakukan nya tadi pagi bersama dengan Liam.
Dia dengan mudah nya kembali kemakan bujuk rayu Liam untuk melakukan hubungan badan lagi. "b**o Lo Cla, tau dia duda hot bukan berarti Lo bisa gampang di pake lagi sama dia" runtuk Clara pada dirinya sendiri.
Mata nya kini melirik jam yang terpasang dengan indah di dinding, jam menunjukan pukul 11 siang, yang artinya dia tidak akan berangkat kerja.
Saat Clara sedang sibuk dengan pikiran nya sendiri tiba tiba saja pintu kamar terbuka dengan perlahan dan bisa Clara lihat jika Juna sedang menjulurkan kepala nya kedalam untuk melihat keadaan.
Dan saat melihat Clara yang sudah terduduk di kasur Juna langsung melangkah mendekati Clara dengan senyum yang cerah di wajah nya.
"Mom? Udah bangun?" Mendengar panggilan yang dilakukan oleh Juna padanya membuat Clara kaget.
Tentu saja kaget karena tiba-tiba saja Juna yang biasanya memanggilnya dengan sebutan Tante, kini memanggilnya dengan panggilan mom.
Clara mengangguk, dan saat ingin bertanya alasan mengapa Juna memanggil nya seperti itu, pintu kamar kembali dibuka, dan kali ini ayah dari pria kecil di hadapannya lah yang masuk dengan nampan di tangan nya yang berisi makanan.
"Kamu udah bangun Cla? Aku baru aja mau bangunin kamu, ini udah siang dan kamu juga belum sarapan tadi pagi" kata Liam sambil melangkah mendekati Clara dan meletakan nampan isi makanan itu di nakas di samping Clara.
"Dad, mom baru bangun. Tadi Juna masuk kamar mom udah bangun" lapor Juna.
Clara memperhatikan raut Liam saat mendengar Juna memanggilnya dengan sebutan mom, dan ternyata apa yang di harapkan Clara tidak terjadi. Awalnya Clara kira Liam akan menunjukan ekspresi kaget atau bagaimana, tapi ini tidak. Liam terlihat seperti bias saja dengan panggilan yang dilakukan oleh Juna kepadanya.
"Baiklah, anak tampan. Sekarang biarkan mom makan dulu lalu kita pergi jalan jalan setelah itu" kata Liam, Juna mengangguk mengerti.
"Kak?" Protes Clara karena baginya Liam sangat aneh saat membiarkan Juna memanggilnya mom, lagi pula mereka berdua tidak di dalam hubungan yang menjadikan alasan panggilan Juna kepada nya.
"Kamu makan dulu, abis itu kita jalan jalan. Apa yang mau kamu tanyain bakalan aku jawab nanti" kata Liam sambil mengkode Clara lewat mata nya agar tidak membuat Juna kecewa.
Clara pun mengangguk, dia juga merasa hari ini Juna menjadi anak yang lebih terlihat ceria. Kosa kata yang digunakan Juna juga jauh lebih banyak.
Liam sendiri langsung mengambil piring yang berisi makanan yang sudah dia pesan lewat Ilham pagi tadi sekaligus membelikan nya baju untuk ganti.
Clara yang sadar jika Liam ingin menyuapi nya pun langsung mengambil piring dan sendok itu, lalu memakan nya sendiri dengan kegugupan yang luar biasa.
Liam yang sejak tadi sudah mendudukan diri di dekat nya benar benar membuat kinerja otak Clara menurun, ditambah lagi kejadian pagi tadi dimana kedua nya melakukan hal yang nikmat bersama.
Liam melihat tingkah Clara yang seperti itu hanya tersenyum kecil, dia sangat tahu jika Clara sedang gugup. Karena itu terlihat dari tangan Clara yang bergetar saat memegang sendok dan juga pipi Clara yang mulai memerah.
.
.
.
"Aku tau kamu kaget karena Juna tiba-tiba panggil kamu dengan sebutan mom. Aku harap kamu bisa maklumi hal itu, Juna sama sekali belum pernah ngerasain kasih sayang seorang ibu dan juga dia belum pernah menyematkan panggilan mom kesiapan pun" Liam, Juna dan Clara sedang berada di sebuah taman yang tidak terlalu jauh dari apartemen tempat Clara tinggal.
Awal nya mereka ingin pergi ke taman bermain, tapi saat melewati taman itu dan banyak anak anak yang sedang bermain dengan kucing di taman bermain itu dan Juna meminta untuk berhenti.
"Tapi... Kenapa harus aku?" Tanya Clara saat melihat Juna sedang bermain dengan beberapa anak lainnya dan memberi makan kepada kucing.
"Aku juga nggak tau, tapi Juna memang nyaman dengan kamu Clara. Waktu dia sakit sebenarnya dia ngerengek beberapa kali buat ketemu kamu setelah kamu datang kerumah waktu itu. Tapi aku tau kamu sibuk dan aku nggak mau bikin kamu tambah repot" jelas Liam.
"Aku berusaha buat memenuhi segala kebutuhan dia, mencurahkan kasih sayang ke dia, supaya dia sendiri nggak ngerasa kurang kasih sayang terutama dari sosok ibu. Tapi ternyata aku salah, seperti apapun aku berusaha menutupi peran ibu di hidup Juna, dia tetap butuh sosok wanita yang dia panggil mom" curahan hati Liam selama ini, dia bukan nya tidak tau jika Juna membutuhkan sosok ibu dalam hidup nya. Dia tau dan dia sadar hanya saja Liam sampai saat ini belum menemukan yang cocok dengan nya, memang banyak yang ingin dengan nya. Tapi sekarang Liam tidak bisa memikirkan dirinya sendiri karena sudah ada Juna sebagai putra nya, yang artinya siapa pun yang ingin bersama nya juga harus mau bersama dengan putra nya Juna.
"Apa... Juna lahir dengan prematur? Maksudku.. selama aku kenal dia dan beberapa kali ngejaga dia, Juna sosok yang sulit bicara dan maaf sebelum nya, aku kira Juna ada masalah sama komunikasi"
"Nggak, Juna sama sekali tidak ada masalah komunikasi. Juna memang irit bicara kalo sama orang yang belum terlalu dia kenal, tapi kalo sama orang yang bikin dia nyaman dan dia kenal dia bakalan keliatan normal kok"
Oh maafkan Clara yang awal nya mengira jika Juna berkebutuhan khusus, ternyata hal itu hanya di pengaruhi oleh kedekatan antar satu sama lain saja.
"Dan soal dia panggil aku mom?"
"Pagi tadi waktu aku lagi pesan makanan dan pakaian ke Ilham, Juna bangun. Waktu dia bangun dia nggak langsung turun dari kasur atau panggil aku, dia mandangin wajah kamu yang tidur. Waktu aku panggil dia tiba-tiba bilang 'aku boleh panggil ante mom kan dad?' wajah nya juga penuh harap banget kalo aku ngebolehin. Dan ya aku ngebolehin karena itu bikin dia seneng, aku minta maaf kalo kamu ngerasa kurang nyaman. Tapi aku nggak bisa lakuin apapun juga, karena aku tau Juna udah dari lama butuh sosok yang dia panggil mom di hidup nya"
Tbc