Chapter 22

1086 Kata

Aris rela menhan perutnya yang sebenarnya sudah sedari tadi sudah meminta jatah makan siang. Namun ketika melihat seorang kakek-kakek yang ingin berdiri dan berjalan saja dia tak mamapu karena sudah sanagat kelaparan, hati Aris merasa sangat tidak tega. Aris tidak memikirkan lagi bagaimana nanti dia makan siang, yang ada di otaknya saat ini hanyalah bagaimana caranya agara kakek ini segera pulih kembali tenaganya dan bisa pulang. “Mau ngapaian kakek ini ke sini? Tidak mungkin dong jika dia kelaparan kalau dia tidak ke sini sendiriana” gumam Aris yang merasa ada yang aneh dengan kakek ini. “Kakek ke sini sama siapa? Sendiri?” tanya Aris pada kakek itu yag masih terlihat sangat lahap memaakan roti dari Aris. Kakek itu tidak mengeluarkan sepatah kata apapun, yang dia lakukan hanyalah terus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN