Chapter 29

1087 Kata

 Anjas mencoba untuk lebih jelas lagi apakah yang di lihat oleh matanya memang benar nyata adanya, dia berulang kali mengucek-ucek matanya, apakah penampakan dua buah bola mata itu nyata atau hanya halusinansinya saja. Semakin Anjas berusaha untuk mengangap itu hanya halusinasinya saja, justru penampakan dua buah bola mata itu seolah-olah ingin meberitahu Anjas jika dia memang benar-benar nyata. Yang awalnya hanya terlihat dua buah bola mata saja, sekarang mereka tampaknya lebih berani lagi menunjukan eksistensinya dengan mulai menampakan bagian wajah dan tangannya. Anjas yang tampak semakin penasaran mencoba mengarahkan lampu senter handphone yang ia bawa kearah pohon itu. Wajah yang rusak dengan rambut yang menjutai dan kuku hitam panjang menggambarkan apa yang Anjas lihat di anats pohon

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN