Suasana seketika berubah menjadi haru, istri Bang Supri tak henti-hentinya menangis sedari tadi. Namun berbeda dengan Bang Supri, meskipun mereka yang ada di sana tahu pasti hati Bang Supri sanggat hancur, tapi dia tidak menenteskan air mata sedikitpun, hanya matanya saja yang terlihat merah. Entah kenapa dia terlihat berniat sekali menahan tangisnya. “Kenapa Bang Supri tidak terlihat sedih sama sekali ya Ris?” tanya Anjas pada Aris. “Mungkin dia tidak mau membuat istrinya bertambah sedih. Dia ingin menujukan bahwa dia adalah kepala keluarga yang kuat” jawab Aris. “Kepala keluarga juga boleh nagis juga kali Ris, dia kan kehilangan anaknya” ucap Anjas. “Ya terserah dia juga lah. Lebih baik kamu diam, itu lebih berguna saat ini” ucap Anjas. Tak tega jika Bang Supri mengurus sendirian b

