Bab 144 | Tendangan Pertama Untuk Kak Sera

2247 Kata

“Sekarang Anas mau mewarnai, ah, Ayah.” Ucap anak itu yang memilih menyudahi permainannya setelah kalah tiga putaran dari ayahnya. Nada suara Sera yang ceria membuat Sheya langsung terkekeh melihat anak itu langsung beranjak dari duduk lesehannya. Wajahnya sudah cemong oleh bedak karena permainan ular tangganya dengan sang ayah. Sheya yang sejak tadi memperhatikan dari atas sofa bed hanya bisa mengulum senyum. Sheya hanya bisa tertawa dan menikmati bagaimana permainan ayah dan anak itu, masnya tidak segan-segan untuk mencoret-coret muka Sera jika anak itu kalah, sehingga sekarang yang Sheya lihat adalah wajah anak itu yang cemong-cemong karena bedak. Mereka sedang menikmati waktu santai mereka setelah makan malam, dengan Sera yang bermain ini dan itu sambil bercerita harinya di s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN