Sebotol wiski sudah dalam keadaan kosong di hadapan Kavindra, ia minta satu botol wiski lagi pada bartender, walau kepalanya sudah sangat pusing dan berat tapi Kavindra tidak perduli. Ia kembali menuangkan wiski dalam gelas dan meneguknya dengan cepat. Kavindra kemudian merasakan pandangannya gelap dan ia tidak ingat apa apa lagi Kavindra membuka matanya, ia akan bangun tapi kepalanya sangat berat, perutnya berasa diaduk aduk, dengan kepala masih sangat pusing ia bangkit dari ranjang dan menuju kamar mandi, ia berdiri di wastafel dan muntah. Kavindra menatap wajahnya di cermin, mengingat pembicaraannya dengan pak Arya sungguh sangat menyakitkan, ia pegang dadanya yang sesak. Mengingat tidak akan pernah bersatu dengan Cassandra hatinya pedih, tapi ia kemudian memikirkan Anna, ia tidak bo

