Hidup itu penuh dengan drama dan kebohongan "Ah ... yang cepet dong!" "Ish ... ini udah cepet!" "Pantes aja body kecil kaya lidi!" "Nih cepet ... nih!" "A... ahk .... Sakit! Lo mau bunuh gue ya?! Alvino membalikan tubuhnya menatap Ana dengan tajam. "Ini udah merah, kurang cepet apanya coba!" Cibir Ana. "Di kasih hukuman segitu aja gak becus!" Alvino kembali memakai kausnya. Ia membawa kakinya menuju dapur. Ana yang sedari tadi menggerutu di dalan hati. Bisa-bisanya ia mendapat suami macam Alvino. Alvino menyuruhnya untuk memasak, cuci baju yang numpuknya gak ketulungan dan itu harus di cuci pakek tangan. PAKEK TANGAN!Bukan hanya itu, Ana disuruh motong rumput di taman belakang. Mijitin Alvino dan terakhir Alvino menyuruhnya untuk mengeroki punggungnya. Saat melihat punggung Alvi

