Kamu itu pembawa warna dalam hidupku yang suram -Anatasya- Ana maengerejapkan matanya karena merasa haus. Ia melirik jam yang disimpan di nakas dekat kasurnya pukul tiga dini hari. Dirinya baru tersadar bahwa ada tangan kekar yang melilit pinggangnya. Ia merasa geli ketika seseuatu yang menggelitik lehernya, kakinya pun merasa pegal karena tertindih kaki lain. "Ish ... geli!" Ana menjauhkan kepala Alvino. Namun, lelaki itu malah meletakan kembali kepalanya pada ceruk leher Ana dengan kedua matanya yang masih terpejam. "Awas!" Ana mencoba menyingkirkan tubuh Alvino. Namun, tetap saja laki-laki itu malah mengembalikan tubuhnya seperti semula. "Iiii ... Awas!!" Ana mulai geram. "Hmm ... Ca-" gumam Alvino. Ana manautkan halisnya. Siapa yang Alvino maksud dengan sebutan 'Ca' itu? Enta

