Bagaimanapun juga keputusanku memberi tahu tentang pertunanganku dengan Gio memang benar. Namun waktunya yang kurang tepat. Seharusnya dari dulu aku memberi tahunya agar Ana tidak kecewa. Aku kenal dengannya saat duduk di bangku Sekolah Dasar. Saat kecil, Ana adalah sosok anak yang manja, arogan dan cengeng. Namun dibalik itu semua ia baik hati dan penolong.Bertepatan saat aku mengenal Ana, aku juga mengenal Gio. Teman Ana yanh satu itu sangat dingin tak tersentuh. Hanya Ana yang dapat membuatnya mau bicara. Masuk dunia Menengah Pertama, aku baru tahu jika ibuku dan ibu Gio adalah sahabat SMA seangkatan. Awalnya aku memang tidak terlalu dekat dengan Gio, namun semenjak ibu bertemu dengan Prita-ibunya Gio aku jadi sering bertemu dengannya karena entah sengaja atau bukan tante Prita sep

