Aku menghisap nikotin yang berada di sela jariku. Mataku terfokus pada seorang gadis yang sedang asik bercanda dengan temanku. Rambut sepinggul yang tergerai tertiup angin sore ini. Mata bulatnya menyipit karena efek dari tertawa dan bibirnya tersenyum mengukir senyuman seindah senja. Sore ini, aku pergi berkumpul bersama teman-temanku di salah satu warung tongkrongan yang tak terlalu norak dan cukup gaul untuk kalangan remaja saat ini. Teman satu grupku mengajak teman gadisnya yang tak disangka ia adalah cinta pertamaku. Namanya Anatasya Buditama putri dari Andar Buditama dan Adera Frasiska.Ia sebenarnya adalah tetanggaku saat aku masih kecil sebelum aku pindah. Dan setiap masuk sekolah aku selalu satu sekolah dengannya karena aku ingin selalu dengannya. Katakanlah aku pengecut karena
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


