Alvino mendengus kesal begitupun dengan Gio. Bagaimana tidak, sudah beberapa jam ini Ana terus memeluknya di atas bankar yang sempit. Sedangkan Gio terpaksa harus duduk manis di samping mereka sambil mengipasi mereka padahal di ruangan Ana sudah ada AC. Ana bilang sih biar hemat. Padahal Alvino mahal-mahal membayar supaya mendapat fasilitas yang lebih nyaman. "An, udah deh gue sesek nih!" Keluh Alvino sedikit berbisik.Ana menggeleng ia semakin mengeratkan pelukannya pada Alvino. Mengunci tubuh Alvino dengan kedua tangan dan kakinya. Beda halnya dengan Gio yang mendengus kesal. Ia menyimpan buku yang ia gunakan untuk mengipasi kedua pasturi yang tengah berpeluk mesra. Namun Ana angkat suara memintanya untuk tidak berhenti. "Lo punya anak tengil banget sih!" Rutuk Gio. Alvino mendengus.

