“Disha, kita sudah menggunakan cognitive-behavorial teraphy [1]dan Acceptance dan Commitment[2] Teraphy tapi belum ada satupun yang bisa membuatmu lebih baik” Disha hanya diam ketika mendengarkan penjelasan hal tersebut, memang sudah hampir satu tahun dia menjalani terapi, tidak ada kemajuan sama sekali. Disha masih ketakutan dan masih saja bermimpi buruk. Apa yang harus dia lakukan? “Ada satu lagi terapi, namanya Exposure Teraphy[3]. Tapi ini tidak akan berhasil apabila kamu tidak mendorong diri kamu sendiri, Disha” “Maksudnya?” “Dekati. Dekati orang-orang yang membuatmu takut. Dekati kantor polisi, bertemu papamu. Pergi ke rumah sakit, berobat dan dekati orang-orang itu” Disha menggenggam kuat kedua tangannya yang mulai bergetar. “Nggak! Aku nggak mau” “Hanya ini satu-satunya car

