Deva menyesap americano hangatnya dengan perlahan. Pikirannya melayang pada saat Disha kembali menemuinya di ruang sidang, sehari sebelum mereka menerima laporan nilai. Seketika matanya berkabut, ada sakit yang menghentak ketika dia membayangkan wajah Disha saat itu. Deva pernah mendapati ekspresi itu, ekspresi Disha yang kecewa bercampur sedih persis dengan ekspresi Disha saat tau bahwa dirinya tengah diborgol dengan tak layak. Dua tahun yang lalu. Hatinya menyentak sakit membayangkan hal itu. Deva memang pernah membuat Disha menangis, tapi dia tak pernah membuat Disha menangis sebegitu kecewa seperti kemarin. Deva kembali merasakan pandangannya berkabut. Kalut. Dia tidak tahu harus memulai darimana lagi karena yang ada di dalam dirinya saat ini adalah Disha bahagia. Tidak peduli deng

