Malam ini adalah malam tersakit yang pernah Sean rasakan untuk pertama kali dalam hidup. Entah apa yang telah terjadi pada dirinya, yang ia rasa hanya rasa sakit, sesak, kecewa, dan sedih. Bahkan sebotol minuman tak kunjung membuatnya lupa akan ciuman itu. Dengan langkah yang berat ditengah kegelapan malam. Sean berjalan menuju kamar Miracle dan masuk kedalam. Gelap. Meski begitu masih terlihat remang-remang beberapa benda yang pecah belah berserakan di lantai. Sepertinya keadaan kamar Miracle masih tetap sama saat ia terakhir meninggalkan kamar ini setelah mengusir wanita tunawicara itu. Ia kemudian duduk di sofa favoritnya dengan frustasi. Seharusnya Sean tidak harus mengusir Miracle. Karena sekarang ia merasa kesepian. Ada rasa penyesalan didalam lubuk hati Sean saat ini. Tapi keti

