Terik matahari sudah menembus mata Sean yang terasa berat untuk dibuka. Tapi mau tidak mau ia harus membuka mata dan mengumpulkan ingatannya semalam. Dengan tidur terlungkup lengkap dengan kemeja dan celananya, ia mulai membuka mata. Ini bukan kamarnya. Sean terduduk sembari memegangi kepalanya yang pusing. Kenapa bisa ia berada di apartemen Helena? Sean berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi. Tapi tak ada satupun ingatannya yang kembali kecuali ingatan tentang Derrick yang berada di kamar Miracle. Setelah kesadaran mulai pulih, ia pun bangkit dan berjalan menuju kamar mandi untuk cuci muka disana. "Kamu sudah bangun?" Sambar Helena yang sudah berpakaian rapi berdiri di daun pintu sembari melipat kedua tangannya. Perhatian Sean pun teralihkan dengan suara itu. Dengan tatapan taj

