23

1588 Kata

Entah sudah berapa hari Sean pergi meninggalkan Miracle. Rasanya lama sekali. Sampai-sampai terasa sesak di hati. Apa Miracle merindukan lelaki bastard itu?? Benarkah? Apa Miracle mulai merasakan benih-benih cinta? Oh ya Tuhan. Mana mungkin Miracle mencintai lelaki bastard yang sesempurna ini sedangkan dirinya hanya seorang wanita cacat. Lamun Miracle sambil berjalan berlahan di taman belakang dan tenggelam dalam pikirannya sendiri. Sampai ia tidak melihat ada tangga turun disana. Dan tentu saja, kaki nya tergelincir disana hingga tubuhnya ambruk ke tanah. Aduh. Meringis kesakitan Miracle yang seketika merasakan sengatan nyeri pada pergelangan kakinya. Ia pegang pergelangan kaki kanan yang sepertinya keseleo. Belum lagi pantatnya yang teratas sakit juga harus terbentur sisi tangga. De

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN